Zona Merah Corona, Sleman Dapat Peringatan dari Satgas Covid

Ilustrasi - Freepik
22 Mei 2021 18:27 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito meminta tujuh daerah yang hingga kini masih berzona merah untuk segera berbenah dan memperbaiki penanganan, karena dikhawatirkan kewalahan akibat potensi lonjakan kasus setelah Lebaran.

"Jika tujuh kabupaten/kota ini sudah berada di zona merah sebelum libur Idulfitri, bukan tidak mungkin kabupaten/kota ini akan kewalahan menghadapi kemungkinan kenaikan kasus yang berpotensi dalam 2 atau 3 pekan ke depan," ujar Wiku dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (22/5/2021).

Ada tujuh kabupaten/kota yang ada di zona merah dan menjadi perhatian, di antaranya Sleman (DIY), Salatiga (Jawa Tengah), Palembang (Sumatra Selatan), Pekanbaru (Riau), Solok dan Bukittinggi (Sumatra Barat), dan Deli Serdang (Sumatera Utara).

Dikatakan, potensi lonjakan kasus pasca-Lebaran masih mengintai, kendati hingga saat ini data perkembangan penanganan Covid-19 belum menunjukkan dampak yang dikhawatirkan.

Sementara itu, daerah yang menjadi zona oranye, zona kuning, dan zona hijau juga diingatkan agar terus meningkatkan penanganan Covid-19 dan utamanya dalam beberapa pekan ke depan sebagai antisipasi dampak libur Idulftri.

"Kesiapsiagaan menghadapi apapun yang terjadi ke depannya merupakan kunci dalam merespons perubahan secara cepat, sehingga kondisi apapun dapat dikendalikan," kata dia.

Dia mendorong daerah memperketat pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan serta memaksimalkan skrining dan testing, terutama pada warga yang baru pulang dari bepergian.

Masyarakat yang bepergian wajib dipantau dan diharuskan menjalani karantina mandiri 5x24 jam untuk mencegah potensi penularan yang lebih luas.

Bagi pemerintah daerah yang mampu menekan, bahkan menurunkan status zonasi, Satgas Covid-19 memberikan apresiasi.

"Saya mengapresiasi pemerintah daerah, karena data menunjukkan terjadi penurunan di zona risiko tinggi dan zona risiko sedang. Dari minggu ke minggu, angka zona risiko sedang cenderung mengalami kenaikan," ujarnya.

 

 

Sumber : Antara