9 WNI Ditahan Israel, Menlu Sugiono Minta Bantuan Yordania-Turki-Mesir
9 WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan Gaza. Menlu Sugiono koordinasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk penyelamatan.
Ilustrasi/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA - Varian baru virus Corona penyebab Covid-19 diduga muncul di DIY. Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada segera melakukan surveilans genom.
Mereka melacak kemungkinan munculnya virus SARS-CoV-2 varian baru tersebut. "Pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) mungkin baru bisa pekan depan untuk DIY," kata Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Gunadi, Selasa (25/5/2021).
BACA JUGA: 55 Warga di 2 RT di Sleman Positif Covid-19
Pokja Genetik UGM, kata Gunadi, telah mendapatkan laporan dari sejumlah otoritas kesehatan, termasuk Dinkes DIY. Mereka melaporkan temuan kasus Covid-19 yang memenuhi kriteria diprioritaskan pemeriksaan WGS.
Ia menyebut ada enam kriteria yang ditentukan Kemenkes, antara lain kasus penularan Covid-19 terjadi secara cepat, orang terinfeksi meski sudah divaksinasi, penularan pada kelompok tidak rentan seperti anak-anak, orang yang baru mendarat dari luar negeri, munculnya kasus reinfeksi, serta kasus kematian [terkait] Covid-19 dengan komorbid penyakit menular lain seperti HIV.
"Sudah ada kriteria WHO yang diadopsi Kemenkes yang menjadi prioritas untuk di-surveilans genomik guna menangkap kemungkinan DIY ada varian baru," kata dia.
Kendati demikian, menurut dia, saat ini Pokja Genetik UGM masih fokus membantu Balitbangkes Kemenkes melakukan pemeriksaan genomik terhadap sampel tenaga kesehatan di RSUD Cilacap, Jawa Tengah, yang tertular Covid-19 dari ABK Filipina.
Dari 12 sampel yang ditangani Pokja UGM, diperkirakan hasilnya baru muncul sepekan kemudian.
"Kami bantu Balitbangkes karena kalau semua ke Jakarta, kejauhan, oleh Kemenkes dibagi supaya lebih cepat hasilnya," kata dia.
Dengan demikian, Gunadi memastikan hingga saat ini belum terdeteksi virus SARS-CoV-2 varian baru di DIY karena belum ada pemeriksaan genomik.
"Salah satu pejabat di Sleman mengatakan mungkin sudah ada [varian baru] tapi beliau mengatakan belum tahu karena belum dilakukan genome squencing artinya beliau masih berhipotesis karena kan langsung banyak kematian," kata dia.
BACA JUGA: Malaysia Bersiap Hadapi Kondisi Terburuk akibat Covid
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menduga virus Corona varian baru sudah masuk Sleman. Salah satu indikasinya adalah lonjakan kasus kematian akibat Covid-19 di Sleman.
Gunadi menyebut dari 1.171 sampel virus Corona hasil WGS yang dikirimkan Indonesia kepada platform data virus influenza internasional (GISAID) hingga 25 Mei 2021, sebanyak 45 sampel mengandung varian baru yang terdiri atas 16 varian Inggris, 27 varian India, dan 2 varian Afrika Selatan.
Ia menegaskan dari 45 sampel itu, tidak ada yang dari DIY. "Belum terdeteksi bukan berarti tidak ada karena belum dilakukan whole genome sequencing," ujar Gunadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
9 WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan Gaza. Menlu Sugiono koordinasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk penyelamatan.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.