Bupati Muara Enim Edison Siapkan Rp1,6 M untuk Suap Auditor BPK
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja meminta seluruh sekolah, baik jenjang SD maupun SMP di kota tersebut menyiapkan pilihan metode pembelajaran tatap muka selain pembelajaran daring pada tahun ajaran baru 2021/2022.
"Sesuai SKB empat menteri, sekolah perlu menyiapkan opsi atau pilihan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Pemerintah akan mendukung persiapan yang dibutuhkan, seperti SDM hingga sarana dan prasarana protokol kesehatan," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Dedi Budiono di Yogyakarta, Kamis (27/5/2021).
Meski menyiapkan dua metode pembelajaran, kata Dedi, keputusan mengenai metode pembelajaran yang akan diikuti oleh siswa sepenuhnya ditentukan oleh orang tua.
"Sekolah hanya menyiapkan dua opsi tersebut. Nantinya, orang tua yang menentukan apakah memberikan izin anaknya untuk mengikuti PTM di sekolah atau tetap melanjutkan PJJ secara daring di rumah," katanya.
Menurut dia, menyiapkan dua opsi metode pembelajaran bukan pekerjaan yang mudah, namun sekolah diminta tetap menyiapkan keduanya untuk menjaga dan memastikan siswa tetap bisa memperoleh akses pendidikan.
"Penyediaan opsi PTM dan PJJ ini hanya berlaku untuk jenjang SD dan SMP. Sedangkan untuk TK tetap melakukan pembelajaran daring, karena tidak mudah mengatur anak TK untuk tertib dan disiplin menjalankan protokol kesehatan," katanya.
Sedangkan untuk siswa jenjang SD dan SMP dinilai sudah memiliki kemampuan untuk memahami dan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Bahkan, siswa SD justru lebih bisa mengikuti aturan untuk menerapkan protokol kesehatan dibanding siswa SMP.
"Siswa SD lebih mudah untuk diatur dan biasanya masih diantar jemput orang tua untuk ke sekolah. Sedangkan siswa SMP biasanya sudah lebih mandiri dan bisa berangkat ke sekolah sendiri. Mungkin saja mereka justru bertemu untuk berangkat sekolah bersama-sama," katanya.
Menyinggung kesiapan sarana dan prasarana sekolah, Dedi memastikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta sudah melakukan verifikasi kesiapan protokol kesehatan di sekolah sebanyak tiga kali. "Persiapan sekolah bisa dikatakan ‘excellent’. Siap melaksanakan PTM. Guru-guru pun sudah menjalani vaksinasi," katanya.
Meskipun menyiapkan pilihan untuk melaksanakan PTM, Dedi belum bisa memastikan mekanisme pembelajaran yang akan diterapkan. "Dimungkinkan akan diutamakan untuk kelas atas terlebih dulu, misalnya kelas 9 (3 SMP) atau kelas 6 SD," katanya.
Berdasarkan evaluasi simulasi pembelajaran tatap muka yang sudah digelar di 10 SD dan SMP di Kota Yogyakarta, Dedi mengatakan hasilnya cukup baik.
"Protokol kesehatan bisa dijalankan dan siswa senang karena bisa kembali ke sekolah meskipun hanya belajar dua jam dan tidak penuh selama sepekan. Tetapi, karena ada interaksi dengan teman, siswa memiliki semangat yang lebih untuk belajar," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 21 Juni 2026 lengkap layanan reguler dan Xpress. Cek waktu keberangkatan agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Minggu 21 Juni 2026 lengkap. Cek jam keberangkatan terbaru agar tidak kehabisan tiket.
Prakiraan cuaca Jogja Minggu 21 Juni 2026 didominasi cerah berawan. Simak suhu dan potensi hujan di DIY hari ini.
SPMB Bantul 2026 menunjukkan fenomena berbeda. Sejumlah SMP kekurangan pendaftar jalur prestasi khusus, sementara sekolah lain kebanjiran peminat.
Pemkab Bantul menata ulang Gumuk Pasir Parangtritis dengan mengubah rute jip wisata dan melanjutkan restorasi zona inti seluas 141 hektare.