Kerusuhan di Prancis, 1.200 Orang Ditangkap dalam Aksi Protes
Protes biaya hidup di Prancis pada 17 Oktober 2026 dilaporkan berujung kerusuhan. Sekitar 1.200 orang ditangkap menurut naskah sumber.
Anggota Komisi A DPRD DIY Stevanus Handoko. /Dok. Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Masifnya penularan Covid-19 membuat sejumlah pihak terus mencari cara untuk menekan angka persebaran. Anggota Komisi A DPRD DIY Stevanus Handoko mengusulkan penggunaan teknologi komunikasi untuk mendeteksi persebaran Covid-19. Operator seluler diharapkan ikut terlibat dalam penanganan masalah ini.
Stevanus menilai pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk membantu tracing pergerakan penyebaran Covid-19 sudah tidak bisa ditunda seiring dengan tinggi kasus di DIY. Sehingga kolaborasi antara Pemerintah dengan operator seluler di Indonesia bisa menjadi terobosan dalam advance tracking penyebaran Covid-19.
BACA JUGA : Update Covid-19 DIY Per 1 Juni, Tambah 219 Positif, Kota
“Peningkatan pasien terpapar Covid-19 yang sudah sangat signifikan dalam beberapa hari terakhir sudah menjadi sign warning yang keras bagi proses penanganan penyebaran Covid-19 di DIY dan diseluruh wilayah Indonesia. Kami menyarankan perlunya menggunakan teknologi untuk tracing,” ungkapnya Minggu (20/6/2021).
Ia menambahkan penggunaan data operator telekomunikasi seperti data Location Area Code ID (LAC-ID) bisa membantu tracing yang lebih akurat dibandingkan hanya bersumber data manual seperti wawancara.
“Data pergerakan masyarakat saat ini harus bisa termonitor terlebih didaerah atau wilayah yang memiliki peningkatan jumlah pasien terpapar Covid-19,” ujarnya.
Politikus Partai Solidaritas Indonesia ini mengatakan kombinasi data demografi, data kependudukan, data kesehatan dan data subscriber operator telekomunikasi sangat memungkinkan membantu proses tracking penyebaran yang lebih akurat.
“Semoga pemerintah daerah maunpun pemerintah pusat bisa bekerja sama dengan mengajak operator telekomunikasi untuk kolaborasi melawan penyebaran Covid-19,” ucapnya.
BACA JUGA : Warga Terinfeksi Covid-19 di Klaster Keluarahan Wirobrajan
Kerja sama untuk mencari terobosan penanganan sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat Covid-19 seperti saat ini. Gotong royong dan semangat solidaritas bersama antara pemerintah dan pihak swasta dalam hal ini operator seluler sangat dibutuhkan. Agar proses penanganan lebih akurat, tepat dan pencegahan penyebaran dapat dilakukan dengan lebih baik.
“Prinsipnya kami mendukung keputusan Gubernur terkait wacana lockdown di DIY jika penambahan warga terpapar Covid-19 semakin tidak terkendali peningkatannya,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Protes biaya hidup di Prancis pada 17 Oktober 2026 dilaporkan berujung kerusuhan. Sekitar 1.200 orang ditangkap menurut naskah sumber.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 21 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
DPRD Kulonprogo mengawal perkembangan investasi di kawasan industri Sentolo sekaligus mendorong kelompok wanita tani memperkuat ekonomi lokal.
Bahlil Lahadalia menilai ketua umum parpol perlu melakukan tindakan nyata agar dilihat Generasi Z. Ia juga meminta kader Golkar mendengar aspirasi rakyat.
HIPMI Kulonprogo mengapresiasi program prioritas pemerintah pusat, sekaligus mendorong perluasan program untuk meningkatkan daya beli dan memperkuat UMKM daerah
Bakom menghormati aksi Greenpeace di Bundaran HI. Pemerintah menyiapkan stimulus Rp26,34 triliun dan memperkuat penanganan krisis iklim.