Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan DIY akan mendapatkan pasokan oksigen dari Pemerintah Pusat sebanyak 47,6 ton per hari ditambah cadangan sebanyak 50% dari total 47,6 ton.
“Kondisi kenaikan [pasien Covid-19] diperkirakan kebutuhan [oksigen] di DIY baik Covid-19 maupun non Covid 47,6 ton. Jadi kebutuhan seperti itu pikiran saya 47,6 ton itu dasar antisipasi daripada kekurangan jangan sampai kekurangan. Itu sudah disepakati [bersama Pemerintah Pusat],” kata Sultan sesuai menggelar rapat dengan Pemerintah Pusat, Minggu (4/7/2021) malam.
Sultan mengatakan sebenarnya dalam kondisi normal kebutuhan oksigen di 27 rumah sakit rujukan Covid-19 dan rumah sakit non Covid-19 di DIY sebanyak 17 ton, namun karena ada kenaikan pasien Covid-19 dalam beberapa hari terakhir sehingga bertambah dalam sehari menjadi 20 ton.
Akan tetapi melihat dengan perkembangan kenaikan pasien Covid-19 masih terjadi di DIY, Pemda DIY mengajukan kembali untuk menambah pasokan oksigen sebanyak 47,6 Ton per hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Pemkab Sleman masih mengurus legalitas lahan seluas 5,1 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat berasrama di Seyegan.
Celios memperkirakan kerugian ekonomi dan kesehatan akibat karhutla 2026 mencapai Rp565,03 triliun. Simak wilayah dan sektor terdampak.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti meminta koordinasi terkait pemasangan kawat berduri di kawasan Titik Nol Jogja.
Normalisasi Luweng Ngegong di Tanjungsari menelan Rp255 juta untuk mengurangi risiko banjir yang menggenangi kawasan SMK Negeri 1 Tanjungsari.
BGN mencatat realisasi anggaran MBG Rp165 triliun, menjangkau 58 juta penerima dan menyerap 1,03 juta tenaga kerja lokal.