Makin Banyak Selter Covid-19 Akan Semakin Mengurangi Beban Rumah Sakit

Kondisi selter RS Patmasuri di Sewon, Bantul yang digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid/19/Ist
17 Juli 2021 13:07 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy mengatakan secara umum DIY menjadi pelopor gerakan pembangunan shelter pasien Covid-19.

Pada Februari lalu, ia sudah mengecek pembangunan shelter yang dibangun warga. Mestinya, DIY jauh lebih baik dalam menangani kasus kenaikan Covid-19 yang sangat eksponensial ini.

"Karena secara potensi besar karena ada kampus-kampus besar, kemampuan masyarakatnya yang guyup rukun bersama pemerintah dan menginisiasi pendirian selter. Makin banyak selter makin mengurangi beban rumah sakit," katanya.

Baca juga: Untuk Atasi Varian Delta, Peneliti Sarankan Suntikan Ketiga Vaksin Sinovac

Rumah sakit, kata Muhadjir, hendaknya menjadi tumpuan terakhir bagi pasien. Jangan sampai pasien semua pasien dibawa ke rumah sakit. Baginya, kelebihan okupansi atau tingginya tingkat keterisian pasien di rumah sakit akibat tidak adanya seleksi atau pemilihan penderita Covid secara berjenjang.

Keberadaan selter ini, lanjut dia, berfungsi untuk membatasi agar jangan sampai semua pasien ke rumah sakit. Sebaliknya, pasien yang dirawat di rumah sakit yang kondisinya baik, mendekati sembuh, ditarik penanganan dan observasinya di shelter.

Dengan demikian, ruangannya di rumah sakit bisa digunakan pasien lain. "Shelter punya fungsi timbal balik. Untuk mencegah mereka yang bergejala ringan langsung ke rumah sakit atau menangani pasien mendekati sembuh, bisa ditarik ke shelter sampai penanganannya selesai," ujarnya.