Angka Kematian di Gunungkidul Malah Meningkat selama PPKM Diterapkan

Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik. - Ist/FOTO ANTARA
29 Juli 2021 20:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Tingkat kematian akibat Corona di Gunungkidul mencapai 5,12%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pada saat sebelum diterapkannya PPKM darurat yang kemudian diubah menjadi level empat.

Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, di awal Julia tau tepatnya sebelum PPKM diterapkan tingkat kematian di Bumi Handayani sebesar 4%. Namun pada saat diterapkan PPKM Darurat mulai 3-27 Juli yang kemudian diperpanjang dengan istilah PPKM level empat, jumlah kematian tidak semakin turun dan malah naik menjadi 5,12%.

Selama pengetatan kegiatan masyarakat ada 405 kasus kematian. Sebanyak 83% pasien yang meninggal saat dirawat di rumah sakit. Sedangkan sisanya, 17% warga positif corona meninggal saat sedang menjalani isolasi mandiri.

Untuk umur, kematian tertinggi terjadi pada pasien di atas 50 tahun sebanyak 71,7%. Sedangkan usia 19-50 tahun ada 27% dan sisanya sebanyak 1,3% merupakan pasien positif yang meninggal dunia di usia 5-18 tahun.

BACA JUGA: Update Covid-19 di DIY 29 Juli 2021, Ini Datanya

Adapun kematian pasien terkonfirmasi positif ber-komorbit ada 61% dan sisanya 39% tanpa komorbit. Penyakit penyerta bagi pasien positif corona ini bermacam-macam mulai dari diabetes, hipertensi, gagal ginjal hingga kanker.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty saat dikonfirmasi tidak menampik adanya peningkatan kasus kematian saat PPKM mulai 3-27 Juli. Meski demikian, ia mengklaim untuk angka penularan sudah menunjukan tren penurunan. “Untuk angka kematian masih tinggi dan fluktuatif,” katanya.

Menurut dia, kematian tidak hanya terjadi pada pasien yang dirawat di rumah sakit. namun, warga yang terkonfirmasi positif ada juga yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri. “Kondisinya memang sudah berat, tapi ada yang masih nekat menjalani isolasi mandiri,” katanya.

Dewi mengimbau kepada masyarakat yang sedang menjalani isolasi melakukan komunikasi aktif dengan petugas medis yang mengawasi. Apabila ada keluhan segera melaporkan ke petugas kesehatan.