Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Stok vaksin corona di Gunungkidul semakin menipis. Akibatnya, pelaksanaan vaksinasi terancam berhenti apabila tidak mendapatkan tambahan pasokan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, ada sedikit masalah dengan distribusi vaksin corona. Hal ini pun berdampak terhadap pelaksanaan vaksinasi di Bumi Handayani.
Meski tidak menyebut jumlah secara pasti, namun ia mengakui stok vaksin tidak banyak. Sebagai dampaknya, Dinas Kesehatan tidak berani menyusun jadwal vaksinasi baru karena stok digunakan untuk penyuntikan ke masyarakat yang telah terjadwal. Selain itu, stok juga digunakan menyelesaikan proses vaksin untuk penyuntikan kedua.
Baca juga: Calon Penumpang di Stasiun Tugu Jadi Sasaran Sosialisasi Pencegahan Covid-19
“Jadwal vaksin sampai minggu depan. Tapi, kami belum berani membuat jadwal vaksin lagi karena stok yang terbatas,” kata Dewi, Jumat (6/8/2021).
Ia menjelaskan, hingga Jumat pagi, jumlah warga yang mendapatkan vaksin sebanyak 198.427 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 51.233 orang telah selesai menjalani suntikan kedua.
“Untuk sasarannya ada yang berasal dari petugas medis, lansia, sektor pellayanan publik, anak-anak hingga masyarakat umum,” katanya.
Ditambahkan Dewi, program vaksinasi akan menyasar 70% penduduk di Gunungkidul. Adapun hasil dari perhitungan ada sekitar 595.000 jiwa yang akan menerima vaksin.
Baca juga: Tragis, 142 Anak di Jogja Mendadak jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19
“Kelancaran vaksinasi juga sangat bergantung dengan distribusi. Untuk sekarang juga masih menunggu kiriman, tapi kami yakin akan datang tepat waktu vaksinnya,” kata dia.
Sebelumnya, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta berharap target 70% penduduk dapat menerima vaksin corona bisa tercapai di akhir Agustus. Untuk mencapai ini dilakukan berbagai upaya percepatan vaksinasi. Pada awalnya, vaksin dilaksanakan di puskesmas atau balai kalurahan.
Namun demikian, sambung dia, penyutikan juga dilakukan dengan mendatangi rumah warga. Selain itu, vaksinasi juga diselenggarakan di tempat-tempat wisata.
Menurut dia, upaya mendatangi calon penerima vaksin merupakan terobosan guna mencapai target yang telah ditentukan. Sunaryanta menganggap bahwa pelaksanaan di rumah memiliki keuntungan karena warga bisa lebih rileks sehingga tekanan darahnya tidak mengalami kenaikan. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan target 70% penduduk mendapatkan vaksin bisa segera tercapai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Senin 5Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Joshua Zirkzee mencetak gol penentu kemenangan Belanda 2-1 atas Serbia pada UEFA Nations League di Phillip Stadion, Eindhoven.
Undip dan ITS meraih total empat gelar juara KMHE 2026 di Unej. Simak daftar lengkap pemenang delapan kelas kompetisi.
Manunggal Fair Kulonprogo 2026 digelar tanpa APBD dan melibatkan 125 UMKM lokal. Pengunjung hingga hari ketujuh melampaui 100 ribu orang.
Lionel Messi akan menjalani laga terakhir bersama Argentina melawan Benin. Lionel Scaloni memprediksi momen itu sangat emosional.