DIY Siapkan Balai untuk Mengasuh Anak Yatim Akibat Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
21 Agustus 2021 12:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY memastikan anak yatim akibat Covid-19 tidak akan terlantar. Berbagai pola penanganan telah disiapkan, salah satunya menyiapkan balai pengasuhan jika anak tersebut tidak ada yang mengasuh.

Ketua Posko Perlindungan Perempuan dan Anak DIY sekaligus Nelly Tristiana menjelaskan pendataan terhadap anak yatim yang orangtuanya meninggal dunia akibat Covid-19 terus dilakukan. Data sementara yang masuk tercatat 504 anak. Namun ia belum bisa memastikan kondisi anak tersebut.

“Data anak yatim sampai kemarin [18 Agustus 2021] malam total 504 anak seluruh DIY. Tetapi data masih belum final karena laporan dari kalurahan masih ada yang masuk,” katanya melalui sambungan telepon, Jumat (20/8/2021).

Baca juga: Serikat Buruh DIY Berharap PPKM Tak Diperpanjang

Pola penanganan nantinya akan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di DIY, terutama Dinas Sosial. Salah satu yang menjadi perhatian terkait dengan pengasuhan anak tersebut. Prosesnya setelah mendapatkan data, akan dilakukan asesmen terhadap anak untuk memastikan kondisinya. Jika anak tersebut sudah tidak ada yang mengasuh, nantinya akan ditindaklanjuti Dinas Sosial untuk menempatkan anak pada panti atau balai yang sudah ada.

“Asesmen melibatkan Satgas dan UPT kami melalui psikolognya, kami memastikan kebutuhan anak. Bagaimana sekolahnya, apakah dia mendapatkan pendidikan atau tidak, kami melakukan pendampingan,” ujarnya Kabid Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan DP3AP2 DIY ini.

Baca juga: Pemkab Kulonprogo Kembali Tolak Permintaan Pedagang Berjualan di Alun-alun Wates

Ia mengatakan, program terhadap anak yatim ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin tahunan DP3AP2 DIY. Hanya saja saat ini kondisi pandemi ini jumlahnya meningkat sangat tajam. Dinas tentu akan mengupayakan agar bisa menjangkau semuanya, terutama dalam melakukan asesmen.

“Termasuk kami melakukan kerja sama dengan organisasi profesi psikolog, sehinga penjangkauan lebih luas,” ucapnya.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) DIY Sigit Alfianto menyatakan Dinsos DIY melalui Balai Rehabilitasi Sosial Pengasuhan Anak siap untuk menampung anak yatim tersebut. Akan tetapi harus melalui asesmen dan anak tersebut benar-benar tidak ada yang mengasuh.

“Balai ini memang tugasnya memberikan pengasuhan kepada anak yatim, piatu. Sebenarnya ini bukan hal baru ini, sudah rutin kami melakukan pengasuhan, karena istimewanya di masa pandemi sehingga agak heboh. Sama saat gempa bumi itu banyak yang ditinggal orangtua, kemudian kami melakukan pengasuhan,” katanya.