Antisipasi Kebakaran, Rutan Pajangan Gelar Simulasi Penanganan Bencana

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantul melakukan simulasi penanganan bencana kebakaran di komplek Rutan Pajangan, Sabtu (11/9/2021). - Ist/dok
12 September 2021 12:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantul melakukan simulasi penanganan bencana kebakaran di komplek Rutan Pajangan, Sabtu (11/9/2021). Dalam simulasi tersebut, Rutan IIB Bantul bekerja sama dengan BPBD Bantul sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Rutan Kelas IIB Bantul, Jaka Cahyana mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari SE Sekjend Kementerian Hukum dan HAM RI No: SEK-UM.05.02 -138, 8 September Tahun 2021 tentang Langkah-Langkah Pencegahan Kebakaran Gedung serta SE Dirjend Pas No: PAS - PR.02.02-57 Tentang Penertiban Jaringan Listrik dan Peningkatan Kewaspadaan Keamanan dan Ketertiban di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bantul.

Salah satu langkah untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, terang Jaka, pihaknya telah melakukan pengecekan sarana prasarana dan jaringan listrik yang ada di dalam Rutan. Langkah ini juga disebut sebagai upaya pencegahan bencana sebagai bentuk deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.

Baca juga: Tolak 3 Periode,  Jubir Istana Tegaskan Jokowi Setia pada Reformasi 98

“Sementara kegiatan ini lebih bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan jajaran petugas jaga dan pegawai pemasyarakatan bagaimana menanggulangi jika ada kebakaran,” katanya, Sabtu (11/9/2021).

Di sisi lain, Kepala Rutan Kelas II B Enjat Lukmanul Hakim mengatakan pihaknya telah menggelar doa bersama dengan warga binaan pemasyarakatan sebagai ungkapan duka atas peristiwa kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang. Kegiatan doa bersama digelar Jumat (10/9/2021) dengan melibatkan semua warga binaan.

“Kami juga melakukan deteksi bersama dengan kepolisian terkait dengan antisipasi kemungkinan kejadian yang sama di tempat kami. Untuk pelatihan yang digelar kali ini, kami minta diikuti dengan serius, agar nantinya petugas jaga maupun pegawai paham betul akan bencana kebakaran,” ucapnya.