Pedro Acosta Tercepat di Catalunya, Tes MotoGP Dihentikan Hujan
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Early Warning System/Ist-OPI
Harianjogja.com, SLEMAN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mulai mengantisipasi potensi bencana ekstrem. Salah satunya menyiagakan Early Warning System (EWS) di lereng Merapi dan Prambanan.
Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan potensi bencana ekstrim pada musim hujan ini merujuk pada peringatan dini yang selalu diupdate oleh BMKG. Dari sejumlah sungai yang berhulu Merapi diperkirakan Kali Gendol dan Kali Boyong berpotensi mengalami banjir lahar.
"Itu terjadi jika intensitas hujan di atas Merapi terjadi tinggi dengan durasi lama. Kami siapkan 20 EWS untuk memantau potensi bencana banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu Merapi," kata Joko kepada Harian Jogja, Selasa (12/10/2021).
Selain 20 EWS yang dalam kondisi baik, katanya, BPBD juga menyematkan satu sensor di Turgo yang bertujuan untuk memonitor potensi banjir di sungai-sungai. Sensor akan mengabarkan potensi banjir melalui jaringan transmisi radio ORARI. "Jadi kalau di puncak Merapi hujan dengan intensitas tinggi dan berpotensi banjir lahar hujan," katanya.
Adapun di perbukitan Prambanan yang memiliki potensi bencana longsor, lanjut Joko, BPBD sudah memasang tiga EWS. Ketiga EWS ini juga didukung dengan 11 EWS lainnya yang tertanam di tiga kalurahan. Mulai dari Sambirejo, Wukirsari dan Gayamharjo. "Kami juga melibatkan relawan dan masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana," katanya.
Masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana menghadapi potensi cuaca ekstrem ini. "Kalau ada potensi bencana atau peringatan dini dari BMKG, kami langsung sampaikan ke masing-masing kapanewon," katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan BPBD sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memangkas pepohonan yang berpotensi tumbang saat terkena angin kencang. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk membersihkan saluran air hujan dan kali dari sampah yang mengganggu aliran air.
Khusus di Prambanan, Makwan menilai potensi bencana longsor baik tanah maupun bebatuan di wilayah perbukitan Prambanan masih bisa terjadi. Hal ini terjadi salah satunya karena struktur tanah di kawasan tersebut. "Sebelumnya kan kemarau, ini berpotensi memunculkan rekahan pada tanah. Ini harus diwaspadai oleh masyarakat," katanya.
Dia menjelaskan, rekahan tanah yang muncul jika tidak segera dibenahi akan berpotensi menimbulkan longsor saat kemasukan air hujan. Apalagi hujan turun dengan intensitas tinggi. Untuk mencegah terjadinya bencana, BPBD Sleman mengimbau agar relawan kebencanaan dan masyarakat melakukan pengecekan rekahan tanah di sekitarnya perbukitan.
"Ya hampir semua kalurahan di Prambanan memiliki potensi bencana rawan longsor. Kami sudah meminta warga yang berada di lereng bukti untuk meningkatkan kewaspadaan dan hati-hati. Terutama saat hujan deras," kata Makwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.