Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Logo Pemkot Jogja (Harian Jogja)
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya tahun 2020. Penghargaan yang diumumkan secara daring oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI) ini masuk dalam Kategori Madya.
Anugerah Parahita Ekapraya merupakan bentuk apresisasi dari Kementerian PPPA RI atas komitmen dan peran aktif instansi pemerintahan dalam mengupayakan dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi pengarusutamaan gender.
Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Jogja, Sisruwadi mengatakan Pemkot Jogja terus mengupayakan peningkatan kesetaraan dan keadilan gender. Salah satunya dengan membentuk jaringan kerja antar lembaga pemerintah melalui perangkat-perangkat daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya masyarakat yang juga diakomodasi melalui program Gandeng Gendong.
BACA JUGA: Pertegas Komitmen Jaga Ekosistem, DPRD Sleman Raperda Perburuan Satwa Liar
“Keberhasilan Pemkot Jogja dalam meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya 2020 kategori Madya ini tentunya merupakan wujud nyata Pemkot Jogja melalui berbagai program dan kebijakan untuk meminimalkan kesenjangan gender,” kata Sisruwadi, Rabu (13/10).
Selain dalam gender, Pemkot Jogja juga berkomitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk anak, lanjut usia, difabel, dan kaum miskin. Komitmen ini terwujud dengan pembentukan Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender (Pokja PUG) yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008.
Selain untuk Pemkot maupun Kabupaten, penghargaan ini juga ditujukan kepada Pemerintah Provinsi, Lembaga, sampai Kementerian. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY juga mendapatkan Anugerah Parahita Ekapraya. Tahun ini Pemda DIY memperoleh penghargaan dalam kategori mentor.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang bersama mewujudukan keseteraan gender. Upaya pengarusutamaan gender di DIY telah dilakukan cukup lama dan berlangsung secara berkesinambungan. “Terjadi sinergi di Organisasi Perangkat Daerah Pemda DIY dan juga Pemkot maupun Kabupaten dalam mewujudkan good governance yang berdampak pada tercapainya kesejahteraan masyarakat tanpa membedakan satu sama yang lain termasuk kelompok rentan,” kata Sri Sultan HB X.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.