Musyawarah Kretek 2026 Hasilkan 6 Tuntutan untuk Pemerintah, Ini Isinya
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Pelaksanaan vaksinasi di Auditorium UPN Veteran Jogja, Senin (25/10/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 1.400 orang mengikuti vaksinasi dosis kedua di Auditorium Kampus UPN Veteran Jogja, Senin (25/10/2021). Para peserta vaksinasi berasal dari kalangan penyandang disabilitas dan masyarakat umum serta mahasiswa dari luar daerah yang tinggal di Jogja.
Kegiatan vaksinasi ini digelar oleh startup asal Jogja, Koinku bekerja sama dengan Gerakan Kemanusiaan Republik Indonesia, Kampus UPN serta dinas terkait baik dari Sleman maupun Pemda DIY. Vaksinasi itu dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Sleman bidang Kesejahteraan Rakyat Mafilindita Nuraini, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UPN Veteran Susanta dan Kepala Bagian Bina Pemerintahan Kalurahan dan Kapanewon, Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Setda DIY, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara.
Chief Operating Officer Koinku Deasy menyatakan vaksinasi tersebut sebelumnya telah digelar pemberian dosis pertama beberapa waktu lalu di tempat yang sama. Pada kali ini diikuti sebanyak 1.400 orang dari berbagai kalangan terutama penyandang disabilitas dan mahasiswa dari luar DIY serta warga sekitar yang berada di Kalurahan Condongcatur dan Caturtunggal, Depok, Sleman. Melalui percepatan vaksinasi itu harapannya dapat memberikan sumbangsih terkait peningkatan kualitas kesehatan.
“Karena kita percaya Jogja punya keistimewaan terutama talenta muda kita, dengan vaksinasi dan kualitas kesehatan semakin baik maka akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia semakin lebih baik. Selain penyandang disabilitas ada masyarakat umum seperti warga sekitar,” katanya.
Deasy menilai sebagai salah satu startup lokal asal Jogja, ia memiliki komitmen untuk membantu masyarakat, salah satu melalui vaksinasi. Dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan CSR untuk penyandang disabilitas. Di sela-sela kegiatan tersebut dilakukan edukasi terkait investasi berbasis digital yang aman bagi masyarakat.
“Kebetulan ini adalah platform hasil dari buah pikir dan kreasi anak Jogja, harapannya kami bisa memberikan manfaat tidak hanya untuk masyarakat sekitar namun juga meluas secara nasional. Kebetulan kami sekaligus memberikan edukasi ke masyarakat,” katanya.
KPH Yudanegara yang meninjau vaksinasi itu mengatakan pelaksanaan vaksinasi tersebut tentunya sangat membantu masyarakat di level kalurahan karena dalam praktiknya banyak warga sekitar yang ikut. Saat ini vaksinasi di level kelurahan melalui program Kalurahan Wani Vaksin di DIY pada pekan ini ditargetkan selesai.
“Untuk program kalurahan wani vaksin ini sudah di atas 40.000 vaksin, yang belum selesai ada lima kelurahan di seluruh DIY, target kami sebelum 31 oktober kalurahan ini sudah selesai vaksinasi. Kami mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi oleh Koinku serta pihak lain yang terlibat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Penggunaan QRIS parkir di Sleman belum mencapai 1%. Dishub Sleman bertahap melakukan digitalisasi dan menata kantong parkir.
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 karena kondisi jasad korban berubah. Pencarian 55 korban tetap dilanjutkan.
Inggris mengalahkan Kroasia 7-0 di UEFA Nations League 2026/27. Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol.
Kementerian Pariwisata mencatat makanan lokal mulai langka dan 45% berpotensi punah. Sego golong hingga dawet sambel perlu dilestarikan.
Tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand telah terjual lebih dari 55 ribu kursi hingga Sabtu, 3 Oktober 2026.