Pembangunan Gapura Pantai Baru Bantul Dikebut, Rampung November 2026
Gapura sekaligus TPR Pantai Baru Bantul ditargetkan rampung November 2026, mengusung konsep wisata kuliner seafood dengan ikon udang dan kepiting.
Ilustrasi vaksinasi HPV pada anak SD untuk mencegah kanker serviks - Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY menyiapkan pelaksanaan imunisasi human papillomavirus (HPV) bagi anak usia 11 tahun sebagai bagian strategi pencegahan kanker serviks sejak dini. Program ini menjadi bagian rencana nasional yang juga akan diperluas untuk anak laki-laki mulai 2027.
Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi menjelaskan rencana pemberian vaksin HPV bagi anak laki-laki usia 11 tahun yang dijadwalkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia masih berada pada tahap persiapan dan sosialisasi.
“Program untuk anak laki-laki masih dalam taraf penggodokan, persiapan, dan sosialisasi,” ujar Anung, Minggu (23/2/2026).
Ia menuturkan, pelaksanaan imunisasi HPV di DIY saat ini masih difokuskan pada anak perempuan serta perempuan usia subur. Vaksinasi tersebut bertujuan mencegah infeksi human papillomavirus yang merupakan salah satu faktor risiko utama kanker serviks.
“Saat ini memang imunisasi HPV itu masih fokus pada wanita-wanita usia subur,” ujar dia.
Dinkes DIY juga telah melakukan sosialisasi ke kabupaten dan kota sekaligus memastikan ketersediaan stok vaksin dalam kondisi aman untuk mendukung program imunisasi HPV anak 11 tahun. Menurut Anung, pemberian vaksin pada usia tersebut bertujuan memberikan perlindungan sebelum terjadi paparan infeksi virus.
Pada kelompok usia anak, imunisasi HPV dapat diberikan tanpa pemeriksaan awal seperti inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) maupun Pap smear. Sementara pada perempuan dewasa yang akan menerima vaksin, kondisi kesehatan dipastikan terlebih dahulu agar tidak terdapat tanda kanker serviks, sehingga penanganan dapat segera dilakukan apabila ditemukan kelainan.
Menurut Anung, imunisasi merupakan bagian strategi pencegahan pemerintah untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan.
“Imunisasi itu untuk pencegahan. Salah satu faktor risiko kanker serviks adalah infeksi human papillomavirus, maka dicegah lebih dulu melalui vaksinasi,” ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah akan memperluas cakupan imunisasi HPV dengan menyasar anak laki-laki usia 11 tahun mulai 2027 sebagai bagian strategi nasional pencegahan kanker serviks. Kebijakan ini dinilai penting untuk memutus rantai penularan virus, karena laki-laki dapat menjadi pembawa infeksi meskipun tidak mengalami kanker serviks.
“Pada 2027 kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa menderita kanker serviks, tetapi bisa transmitting the disease (membawa penyakitnya ke pasangan). Mereka mungkin tidak akan kena kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa,” ujar Budi pada peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Rabu (4/2/2026), sekaligus menegaskan pentingnya imunisasi HPV anak 11 tahun untuk perlindungan kesehatan jangka panjang masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gapura sekaligus TPR Pantai Baru Bantul ditargetkan rampung November 2026, mengusung konsep wisata kuliner seafood dengan ikon udang dan kepiting.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Kementerian PU menangani kekeringan yang mengancam 141.440 ha sawah melalui pemompaan air dan perbaikan irigasi.