Perempuan Gunungkidul Peraih Kalpataru Pengabdi Lingkungan

Bupati Gunungkidul mengapresiasi Suswaningsih, Penyuluh Pertanian pada Balai Penyuluhan Pertanian Rongkop telah meraih Kalpataru. - Ist.
26 Oktober 2021 12:17 WIB Media Digital Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Diraihnya penghargaan Kalpataru oleh Suswaningsih, Penyuluh Pertanian pada Balai Penyuluhan Pertanian Rongkop, mendapat apresiasi Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.

Sosok Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pertanian dan Pangan ini terpilih dalam nominasi peraih penghargaan kalpataru kategori  pengabdi lingkungan. Kegiatan pelestarian lingkungan yang dirintisnya berhasil merubah lahan kritis untuk dimanfaatkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melihat hal itu Bupati Gunungkidul Sunaryanta atas nama Pemerintah Kabupaten secara langsung memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Suswaningsih, Senin (25/10) dalam audiensinya di Ruang Rapat Bupati.

Tiga hal yang menjadi  fokus pendampingan  pada kegiatan pelestarian lingkungan yang dilakukan peraih kalpataru ini adalah kegiatan membangun ketahanan konservasi lahan kritis, membangun ketahanan pangan, dan pemanfaatan sumber pangan lokal. Fokus pengelolaan lahan pangan yang didampinginya  berada di Kalurahan Karangwuni Sagan, sedangkan pengelolaan  lahan kritis  berada di Kalurahan Melikan Kapanewon Rongkop.

Lebih jauh ia mengatakan untuk pemanfaatan lahan non produktif meliputi pengembangan tanaman pangan dan kayu-kayuan dan pengembangan tanaman lokal. Selanjutnya dilakukan pendampingan untuk pengolahan hasil pertanian dengan tetap mempertahankan konservasi lahan tersebut. Kegiatan di lakukan  pada  lahan seluas 5 Ha dengan jenis tanaman kayu-kayuan, tanaman pangan dengan sistem tumpangsari dengan luasan wilayah 903,7 m serta lahan pengembangan konservasi seluas 203 Ha. Aktivitas pendampingan lainnya berupa pemanfaatan pekarangan  jenis tanaman konsumsi  sayuran cabe, sawi, terong dan tanaman konsumsi lainnya serta penanaman hijauan pakan ternak jenis rumput gajah gluricide, turi dan lain sebagainya disertai pendampingan pengolahan dan pemanfaatan pupuk kandang.

Selain kegiatan tersebut juga dilakukan pendampingan berupa kegiatan pengolahan hasil pertanian jenang dodol, kripik pisang, yang dikelola melalui KWT (Kelompok Wanita Tani).

Kerja keras perempuan yang memiliki komitmen kuat dalam konservasi alam dan pemanfaatan lahan kering menjadi lahan produktif sejak tahun 1996 ini membuahkan hasil pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pada periode 3 tahun terakhir.

Adapun perolehan predikat Kalpataru ini di awali usulan dinas pada tahun 2020. Setelah lolos pada penilaian tingkat provinsi dilanjutkan maju ke tingkat nasional. Pada verifikasi penilaian dimasa pandemi melalui daring dan virtual, Suswaningsih terpilih sebagai satu satunya perempuan penerima Kalpataru Pengabdi Lingkungan dari 4 kategori yang ada yaitu Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, dan Pembina Lingkungan.