Arah Baru Pembangunan Magelang Mulai Disusun dari Pendopo
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Aipda Sekhudin adalah Bhabinkamtibmas di Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman yang merintis kelompok perikanan./Ist-tangkapan layar Youtube
Harianjogja.com, SLEMAN- Menjadi seorang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) membuat Aipda Sekhudin memiliki banyak kegiatan yang harus dilakukan bersama masyarakat sebagai agenda sehari-hari.
Namun, tak hanya melakukan pembinaan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), polisi ini juga ikut berperan menggerakkan perekonomian warga di wilayah tugasnya.
Aipda Sekhudin adalah Bhabinkamtibmas di Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman. Kawasan tempatnya bertugas merupakan kawasan transisi, dimana banyak lahan produktif berubah menjadi kawasan hunian.
Baca juga: Polisi Tembak Polisi hingga Tewas di NTB, Motifnya Cemburu
Berawal dari fenomena tersebut, ia pun berhasil memotivasi masyarakat untuk mengupayakan ketahanan pangan di kawasan tersebut, yakni dengan menginisiasi kelompok perikanan.
Saat ditempatkan di tugas tersebut pada 2018, ia yang merupakan warga setempat kemudian membentuk kelompok perikanan yang diberi nama Umbul Manunggal.
"Sebelumnya dari tanah kas desa yang mangkrak, kami bersama tokoh masyarakat mengajak masyarakat agar mmembuat perikanan aktif berkelanjutan. Kita dorong masyarakat semangat sehingga terbit satu kelompok, Umbul Manunggal," jelasnya, dalam Polcast Polda Jogja yang ditayangkan di Youtube Polda DIY pada Rabu (27/10/2021).
Baca juga: Brigadir SL Ungkap Alasan Minta Maaf ke Kapolres Nunukan
Jenis ikan yang dipelihara adalah nila, bawal dan lele. Ada 16 orang yang menjadi anggota kelompok, masing-masing memiliki satu kolam ikan. Dalam kelompok tersebut, juga ada yang bertugas sebagai pemasaran, sehingga ketika ada anggota yang panen, maka petugas tersebut akan membantu menjualkan hasil panen.
Sekhudin menjelaskan kelompok ini adalah pekerjaan sampingan. Ia pun memberi semangat pada para anggota kelompok dengan mengatakan bahwa kalau ada kelompok nanti ada income tambahan. Upayanya pun berhasil hingga terbentuk kelompok, yang juga kemudian mendapatkan pembinaan dari penyuluh perikanan di wilayah tersebut.
Menggerakkan masyarakan seperti ini rupanya ada tantangannya. "Masyarakat menganggap saya pembina yang punya ilmunya. Padahal sama-sama belajar, saya mendorong masyarakat agar lebih mau berkarya agar masyarakat lebih guyub, karena masyarakat karakternya beda-beda," tuturnya.
Lebih lanjut, polisi yang sebelumnya bertugas menjadi Samaptha Bhayangkara (Sabhara) ini mengungkapkan tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas sangat mengesankan.
"Seperti fungsinya sambang, anjangsana, pembinaan, binluh, tugas Bhabinkamtibmas itu kompleks, luas bisa juga menjalankan fungsi lalu lintas, Sabhara dan pembinaan, jadi memahami karakter masyarakat," katanya.
Seorang Bhabinkamtibmas, menurutnya, juga harus bisa komunikasi sosial dengan masyarakat, biar masyarakat memberikan umpan balik antara masyarakat dengan Polri. Karenanya, seorang Bhabinkamtibmas harus sering sambang agar mengenal masyarakat.
"Dari mengenal kita jadi lebih memahami masyarakat, lebih dekat dengan masyarakat. Tentunya informasi yang didapat Polri lebih banyak. Jadi kita lebih belanja masalah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.