TBM Sleman Didorong Jadi Pusat Informasi dan Jurnalistik Warga
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN- Hujan dan angin kencang yang melada wilayah Gamping, Sleman menyebabkan baliho dan sejumlah pohon tumbang, Senin (1/11/2021). Masyarakat diminta terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrim akhir tahun ini.
Berdasarkan laporan BPBD Sleman, angin kencang melanda wilayah sejumlah titik di Kapanewon Gamping pada Senin siang. Di Banyurejo, pohon sukun tumbang menimpa pagar rumah dan kabel listrik. Di Balecatur beberapa baliho dan papan nama tumbang. Adapun di Ambarketawang, empat pohon dilaporkan tumbang menimpa rumah dan pagar. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini.
Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan baik anggaran maupun personel kebencanaan sudah disiagakan untuk menghadapi potensi bencana sebagai dampak La Nina. Pemkab juga terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk mengantisipasi potensi bencana. Termasuk menyiapkan barak pengungsian jika dibutuhkan.
BACA JUGA: Eks Napi Beberkan Penyiksaan Kejam oleh Sipir Lapas Narkotika Jogja
"Kami sudah menyiapkan langkah antisipatif untuk mengantisipasi bencana. BPBD dengan teknis penanganan kebencanaannya dan BKAD dengan anggarannya," katanya, Senin (1/11/2021).
Menurut Harda, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana bukan sesuatu yang baru dilakukan oleh Pemkab. Sebagai daerah yang memiliki potensi beragam bencana mulai angin kencang, banjir, longsor dan sebagainya, Pemkab sudah menyiapkan diri sejak awal. Misalnya memangkas atau memotong pepohonan yang berpotensi tumbang.
"Masyarakat sudah memahami potensi bencana di lingkungannya. Mereka punya pengalaman apa yang harus dilakukan. Termasuk yang di bantaran sungai. Nah, relawan kebencanaan saat ini menjadi ujung tombak penanganan kebencanaan," katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan juga meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Potensi angin kencang misalnya harus diantisipasi dengan cara salah satunya memangkas pepohonan yang berpotensi tumbang.
Begitu juga dengan infrastruktur dan bangunan seperti baliho diminta untuk dicek kembali kondisinya. Adapun BPBD Sleman selain menyiagakan peralatan juga menyiapkan personel hingga relawan kebencanaan. "Personel yang standby 38 orang tapi relawannya banyak. Seluruhnya siap bergerak 24 jam," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.