Tips Saling Menguatkan untuk Memperkuat Ketahanan Keluarga

Kegiatan sosialisasi Fungsi Keluarga di Rumah Makan Limasan Barokan 99 di Dusun Mbolang, Girikarto, Panggang, Rabu (3/11). - Harian Jogja/David Kurniawan.
04 November 2021 08:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, PANGGANG – Program penguatan ketahanan keluarga sanggat membutuhkan partispasi dari masing-masing anggota keluarga. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi D DPRD DIY, Rany Widayati dalam sosialisasi Fungsi Keluarga di Rumah Makan Limasan Barokan 99 di Dusun Mbolang, Girikarto, Panggang, Rabu (3/11/2021).

Menurut dia, setiap anggota keluarga memiliki fungsi dan peran masing-masing. Meski demikian, agar terwujudnya keluarga bahagia dan sejahtera harus ada penguatan antar anggota.

“Harus saling mengisi, bahu membahu dan tidak boleh mengedepankan ego masing-masing karena dampaknya tidak baik ke keluarga,” kata Rany, kemarin.

Dia berharap dengan adanya sosialisasi ini, para peserta memiliki wawasan berkaitan dengan membangun ketahanan keluarga. Rany juga berharap pengetahuan ini juga ditularkan ke warga yang lain agar upaya mewujudkan kesejahteraan dalam keluarga dapat dimaksimalkan. “Harus ada sinergi yang saling menguatkan,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Nani Asyfiah. Menurut dia, ketahanan dalam keluarga sangat dibutuhkan agar terhindar dari masalah seperti kekerasan dalam rumah tangga dan lain sebagainya.

“Keluarga menjadi kunci agar bisa sejahtera maupun tangguh dalam menghadapi berbagai permasalahan yang muncul,” katanya.

Nani mengungkapkan adanya rasa asih asuh dalam keluarga juga sangat dibutuhkan guna mewujudkan ketahanan dalam keluarga. “Fungsi keluarga yang ada delapan itu juga harus dimaksimalkan. Selain itu, antar anggota keluarga juga harus saling bahu membahu untuk menyelesaikan masalah secara bersama-sama,” katanya.

Kepala Seksi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Heru Triyana mengatakan, sosialisasi fungsi keluarga diselenggarakan sebagai program untuk memperkuat ketahanan keluarga. Oleh karenanya, fungsi keluarga yang terdiri dari fungsi keagamaan yaitu dengan memberi panutan yang baik dalam ibadah dan perilaku kepada anak. Adapun fungsi liannya seperti sosial budaya, fungsi cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial dan pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan harus dimaksimalkan.

“Semua sudah dijalankan dalam keluarga, tapi harus dimaksimalkan,” katanya.

Menurut dia, sosialisasi tentang fungsi keluarga dilakukan di seluruh DIY, salah satunya di Gunungkidul. Sebelum dilaksanakan di Kalurahan Girkarto, program sama juga dilakukan di Kalurahan Mulusan, Paliyan pada 18 Oktober lalu. Adapun narasumber yang dihadirkan, salah satunya anggota DPRD DIY Rany Widayati. Sedangkan sosialisasi di Kalurahan Dengok, Playen dilaksanakan pada 23 Oktober dengan narasumber Anggota DPRD DIY, Imam Taufik.