Harga Minyak Goreng Naik, Stok di Jogja Aman

Iswarini sedang menunjukan dagangannya di Pasar Beringharjo, Jogja, Senin (15/11/2021).Harian Jogja - Sirojul Khafid
16 November 2021 12:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, GONDOMANAN–Sejak April 2021, harga minyak goreng di Jogja merangkak naik.

Menurut Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Jogja, Sri Riswanti, kenaikan berlangsung secara bertahap sampai saat ini berkisar Rp17.500 per liter untuk minyak goreng curah dan Rp18.000 per liter untuk minyak goreng kemasan. Sementara acuan harga pemerintah untuk minyak goreng curah sebesar Rp11.000 dan minyak goreng kemasan Rp12.000 sampai Rp13.000.

Namun kenaikan ini bukan hanya di Jogja, namun cakupannya nasional. Beberapa penyebabnya yaitu naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak mentah sawit di luar negeri dan turunnya produksi CPO dalam negeri. Selain itu, permintaan dari luar negeri untuk industri berbasis bio diesel juga meningkat. Hal ini ditengarai menjadi penyebab meningkatnya harga minyak goreng.

“Namun karena ketersediaan minyak ada, jadi masyarakat seperti enggak masalah, kaya' masyarakat oke aja, hingga pada akhirnya, harga saat ini sampai Rp18.000 per liter, sudah luar biasa,” kata Riswanti, Selasa (16/11/2021).

Berbeda dengan umumnya, kenaikan harga bahan pangan dibarengi dengan kelangkaan. Namun saat ini stok minyak goreng tergolong aman. “Belum ada intervensi dari pemerintah, tidak seperti beras dan lainnya yang pemerintah langsung intervensi melalui operasi pasar dan lainnya. Minyak goreng ini tidak ada intervensi sejak bulan April, karena barangnya ada dan cukup,” kata Riswanti.

Namun pemerintah melalui Menteri Perdagangan telah memberikan penugasan pada produsen minyak goreng untuk membuat kemasan sederhana. Kemasan ini nantinya dijual dengan harga Rp14.000. “Sejauh ini belum ada teknis [kapan penyaluran dan sebagainya]. Baru kemarin siang penugasannya, di harga Rp14.000,” kata Riswanti. “Semoga dengan adanya penugasan khusus dari menteri, bisa menetralisir harga minyak goreng, saya rasa nanti yang minyak bermerek akan menyelaraskan harga, nanti konsumen juga akan pilih yang lebih murah.”

Salah satu pedagang Pasar Beringharo, Iswarini menjual minyak merek Fortune Rp18.000 per liter. Sudah hampir sebulan ini harga minyak berada di angka tersebut. “Harga minyak naik terus, sudah lama Rp18.000 per liter, sudah sebulanan,” kata Iswarini. “Enggak tahu [kenapa harganya naik], katanya enggak ada subsidi atau gimana.”

Stok Minyak Goreng di DIY

Sebagai upaya meringankan belanja masyarakat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar operasi pasar pada 8-11 November 2021. Ada 7,5 ton minyak dan gula yang dibuat secara paket. Operasi pasar terpusat di tingkat DIY, bukan tingkat kota atau kabupaten yang menggelarakan.

“Ada operasi pasar dari Disperindag DIY. Menjual paket seharga Rp25.000 untuk satu liter minyak goreng dan satu kilo gula pasir. Baru sekali operasi pasarnya. Itu yang pertama sejak kenaikan minyak goreng dan gula pasir. Kemarin-kemarin sudah ada operasi pasar tapi tidak khusus minyak goreng, ada juga untuk beras, terigu, dan lainnya,” kata Riswanti.

Sementara untuk ketersediaan minyak goreng di DIY sebanyak 17.587 ton. Adapun konsumsi per pekan sekitar 492 ton. “Ini tergolong aman, untuk pemakaian mingguan surplus,” kata Riswanti.