Warga Bantara Kali Code Diminta Waspada Banjir Lahar

Warga mengambil barang-barang dari bangunan yang ambrol akibat jebolnya tanggul Kali Code di daerah Prawirodirjan, Gondomanan, Jogja, Rabu (5/12/2018). - Harian Jogja/Dok
11 Desember 2021 10:27 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja mengingatkan warga di bantaran Sungai Code untuk tetap mewaspadai potensi terjadinya banjir lahar dingin saat musim hujan terlebih aktivitas erupsi Gunung Merapi masih tetap terjadi.

"Aktivitas Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi. Terjadi guguran dengan jarak luncur cukup panjang. Tentunya, kondisi ini harus diwaspadai terutama saat musim hujan seperti sekarang," kata Kepala BPBD Kota Jogja Nur Hidayat di Jogja, beberapa hari lalu.

Menurut dia, hujan dengan intensitas cukup tinggi akan meningkatkan potensi terjadinya banjir lahar dingin di Sungai Code yang berhulu langsung ke Sungai Boyong yang berada di Gunung Merapi.

BPBD Kota Jogja, lanjut dia, memiliki posko pengamatan di Ngentak yang berada di Sungai Boyong untuk memantau debit dan ketinggian air sungai terutama saat terjadi hujan lebat.

"Saat ketinggian air sungai mencapai sekitar 1,5 meter, maka material yang terbawa dimungkinkan tiba di Jogja sekitar 30 menit kemudian," katanya.

Warga yang berada di bantaran Sungai Code akan mendapat peringatan dini terkait dengan potensi kenaikan muka air sungai melalui peralatan early warning system (EWS) yang sudah terpasang di sungai tersebut.

"Saat ada peringatan, warga diminta untuk melakukan evakuasi ke tempat yang aman. Di seluruh bantaran sungai, sudah ada jalur evakuasi dan warga pun sudah disiapkan dengan melakukan simulasi," katanya.

Ia berharap, Kampung Tangguh Bencana (KTB) yang berada di bantaran sungai dapat membantu penanganan awal jika terjadi luapan air sungai ke permukiman warga.

Seluruh KTB juga sudah diminta melakukan pengecekan terhadap kesiapan peralatan penanganan bencana seperti pompa air, gergaji mesin, peralatan komunikasi, tali, dan lainnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Draiase Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti mengatakan antisipasi banjir lahar hujan atau luapan air sungai ke permukiman dilakukan dengan membangun talut.

Jika terjadi talut longsor, maka akan dilakukan perbaikan yang diikuti dengan penataan permukiman yaitu memundurkan rumah sejauh tiga meter dari talut sungai. 

Sumber : Antara