Advertisement

Universitas Sanata Dharma Dukung Transformasi Ekonomi Pascapandemi

Abdul Hamied Razak
Jum'at, 17 Desember 2021 - 22:27 WIB
Yudhi Kusdiyanto
Universitas Sanata Dharma Dukung Transformasi Ekonomi Pascapandemi Pemberian penghargaan kepada mahasiwa, dosen dan karyawan saat perayaan Dies Natalis ke-66 USD di Auditorium Driyarkara USD, Jumat (17/12/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Perayaan Dies Natalis ke-66 Universitas Sanata Dharma (USD) digelar secara luring dan daring, Jumat (17/12/2021). Pada perayaan tahun ini, USD mengangkat tema Transformasi Ekonomi Indonesia Pascapandemi Covid-19.

Rektor USD, Yohanes Eka Priyatna mengatakan selama dua tahun menghadapi pandemi Covid-19 USD terus melakukan transformasi pendidikan. Selama pandemi, USD mampu menjaga ekosistem belajar dan bekerja yang sehat, kontekstual serta mampu memenuhi tuntutan pola interaksi di tengah pandemi.

"Kami bahkan diberi kepercayaan oleh Kementerian Kesehatan untuk ikut terlibat mengatasi pandemi. Salah satunya dengan menggelar vaksinasi Covid-19 dengan alokasi 30.000 dosis. Ini menjadi salah satu kontribusi, komitmen dan semangat USD sebagai kampus Yesuit," kata Yohanes, Jumat.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Salah satu indikator utama USD mampu menjalani pandemi 2021 dengan baik, katanya, dengan tetap terjaganya kinerja Tri Dharma Pendidikan. Dari survei yang melibatkan 8.000 mahasiswa maupun paparan survei yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USD, mahasiswa merasa mendapat pelayanan pendidikan yang memuaskan.

Hal ini terjadi sebagai buah dari tanggapan cepat dan menyeluruh yang dilakukan USD sejak awal pandemi pada 2020. Tanggapan yang dilakukan mencakup peningkatan kualitas sarana pembelajaran digital, penyiapan dosen menjalankan penbelajaran digital hingga dialog konstruktif yang dilakukan bersama mahasiswa. "Pandemi bukan hanya masalah kesehatan semata, tetapi juga memberikan berbagai kesempatan baru untuk memasuki cara baru untuk mengelola Tri Dharma, berelasi dan berkomunikasi," kata Yohanes.

Pengalaman selama dua tahun mengelola Tri Dharma di tengah pandemi memberikan optimisme untuk menatap 2022 sebagai tahun transformasi yang penuh harapan. "Tahun 2022 menjadi tahun yang sangat berharga untuk menggagas transformasi di berbagai level demi semakin meningkatnya relevansi dan kedalaman kontribusi serta peran USD di masa depan," katanya.

Harus Dibenahi

Dosen USD sekaligus penulis buku Transformasi Ekonomi Pascapandemi Covid-19, Antonius Budisusila mengatakan berbagai realitas baru hadir sebagai imbas pandemi. Namun perlu ditegaskan pandemi dengan caranya telah menjelaskan bahwa perekonomian informal merupakan fondasi ekonomi yang rentan, sehingga harus dibenahi dan diselesaikan. Visi Indonesia 2045, kata Budi, pantas dikoreksi karena informalitas dipahami sebagai perspektif tenaga kerja informal dan tidak dalam kerangka memajukan usaha informal sebagai kekuatan mayoritas dan rintisan usaha ekonomi rakyat.

Advertisement

"Transformasi ekonomi informal membutuhkan sentuhan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya. Tentu selain kebutuhan infrastruktur analog dan atau digital untuk perubahan transformatif menuju sektor formal dan ekonomi yang bernilai tinggi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

BPOM Tarik 41 Obat Tradisional dan 16 Kosmetik Mengandung Kimia

News
| Kamis, 06 Oktober 2022, 13:37 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement