Siap-Siap Macet! Kendaraan Bebas Masuk Malioboro pada Malam Tahun Baru

Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
21 Desember 2021 12:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Kepolisian Resor Kota Jogja memastikan kawasan Malioboro bakal dibuka penuh untuk kendaraan bermotor dan pengunjung pada malam pergantian tahun nanti. Khusus pada malam Tahun Baru, aturan Malioboro bebas kendaraan bermotor bakal ditiadakan.

Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro menerangkan, kebijakan ini ditempuh untuk meminimalkan penumpukan manusia. Pihaknya lebih memilih penumpukan kendaraan di jantung Kota Jogja itu dibandingkan kerumunan pengunjung. Polda DIY disebut juga telah menyetujui aturan itu.

"Pada hari Jumat di malam Tahun Baru kita tidak akan melakukan penutupan, Malioboro tetap dibuka. Kalau biasanya Malioboro tutup bagi kendaraan bermotor pada pukul 18.00-21.00 Wib, pada 31 Desember malam nanti tidak akan ada penutupan mulai dari Tugu sampai Nol KM," kata Kapolresta, Selasa (21/12/2021).

Meski demikian, polisi bakal menerapkan rekayasa dan manajemen lalu lintas di seputaran area Malioboro. Di lain hal, kendaraan yang melintas di kawasan Malioboro ditegaskan pula tidak boleh berhenti. Hal ini guna mencegah adanya penumpukan dan antrean kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.

"Konsepnya semua harus tetap berjalan dan tidak boleh berhenti atau menurunkan dan menaikkan penumpang tidak ada, nanti akan kita siapkan juga anggota untuk melakukan penjagaan, karena sekali saja berhenti pasti akan langsung menumpuk panjang," imbuhnya.

Menurut Purwadi, fenomena macet di kawasan Malioboro utamanya disebabkan oleh para ojek online (ojol) dan taksi online yang kerap menurunkan dan menaikkan penumpang di seputaran Malioboro mal. Hal ini bisa dilihat dari kepadatan jalan yang relatif lengang ketika pengendara melaju ke arah selatan setelah area Malioboro mal.

BACA JUGA: 2 Anggota TNI Mendekam di Tahanan karena Bantu Rachel Vennya Kabur

"Ojol tidak boleh menaikkan dan menurunkan penumpang di Malioboro mal, kalau ke selatan depan Hotel Mutiara atau Kepatihan silahkan, karena titik macetnya pasti di sana terus, apalagi Jalan Perwakilan sekarang masih dibongkar tidak ada pemecah jalan lagi. Jadi mau tidak mau depan Malioboro mal akan kita barikade full tidak boleh ada kendaraan yang berhenti," kata dia.

Purwadi menjelaskan, nantinya polisi bakal menerapkan rekayasa lalu lintas di area Jalan Mataram menuju Malioboro dan Jalan Abubakar Ali menuju Malioboro. Persilangan Jalan di area gardu anim nantinya bakal disekat untuk menghindari kemacetan. Pengendara hanya bisa masuk ke Jalan Malioboro melalui Jalan Mataram saja.

"Di depan gardu anim sampai Posko Gumaton akan kita barikade karena macetnya itu pasti antara pertemuan dari utara ke selatan yakni dari orang yang lewat Jalan Abubakar Ali ke Malioboro dan dari arah Jalan Mataram yang masuk ke Abubakar Ali, itu nanti kita potong langsung," kata Purwadi.

Polisi sedikitnya menerjunkan 1.100 personel untuk mengamankan kegiatan di masa Natal dan Tahun Baru mendatang. Konsentrasi kepolisian akan dipusatkan di area Tugu, Malioboro dan Keraton, khususnya pada malam pergantian tahun. Petugas nantinya akan bersiaga di sepanjang pedestrian dan titik-titik di area itu untuk menegakkan protokol kesehatan dan pengamanan.

"Kita pastinya bersama Satgas Gumaton yang gabungan akan barikade jalan dan siaga di sepanjang jalur, itu nanti Sat Pol PP dan TNI akan sterilisasi di pinggir jalan. Setelah pergantian tahun dan 30 menit setelahnya kita akan suruh kembali para pengunjung karena momennya sudah selesai," ungkapnya.

Empat pos kepolisian akan didirikan dalam melakukan penjagaan dan keamanan yakni pos Tugu, Teteg, Nol KM, dan di Gereja Kotabaru. "Kita harap malam tahun baru lancar dan tidak ada aktivitas dan insiden yang menonjol. Dan aturan serta rekayasa yang kita buat harap dipatuhi, termasuk juga andong akan kita bersihkan," katanya.

Koordinator Bidang Penegakan Hukum Satgas Covid-19, Noviar Rahmad menyebut, petugas nantinya juga bakal disiapkan untuk melakukan pengamanan di sejumlah tempat publik, tempat wisata dan titik-titik lainnya. Pihaknya mengerahkan sedikitnya 598 personil gabungan untuk menghadapi masa Natal dan Tahun Baru.

"Sebanyak 270 personil ditugaskan untuk mengecek kerumunan yang terjadi fasilitas umum, tempat usaha seperti mal dan restoran. Sedangkan 328 personil lainnya bertugas mengawasi protokol kesehatan di destinasi wisata," jelasnya.

Ada 33 titik destinasi wisata yang akan diawasi khususnya terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan maupun vaksin dan antigen dari para pengunjung. Segala pelanggaran prokes yang ditemukan akan diberikan sanksi sesuai dengan Pergub DIY nomor 24 Tahun 2021. Bagi perorangan sanksi yang diberikan mulai terguran lisan, hingga kerja sosial.