Desa di Sleman Ini Jadi Percontohan Program Layanan Lansia, Ini Keunggulannya

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
06 Januari 2022 19:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Program Layanan Lansia Terintegrasi (Lantip) resmi diluncurkan di Kantor Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kamis (6/1/2022). Banyuraden satu dari sejumlah desa (kalurahan) yang dinilai layak menjadi proyek percontohan pelayanan desa untuk para lansia.

Lurah Banyuraden Sudarisman mengatakan program Lantip sebenarnya program nasional. Selain Banyuraden, ada beberapa desa lainnya yang menjadi pilot project Lantip ini. "Kegiatan lansia di Banyuraden katanya paling aktif sehingga menjadi pilot project pelayanan lansia secara terintegrasi," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (6/1/2022).

Dia berharap, dengan program Lantip ini semua kebutuhan dan layanan para lansia bisa terpenuhi. Mulai dari aspek sosial, kesehatan hingga kegiatan ekonominya. Para lansia, lanjut dia, akan mendapatkan pendampingan secara bergilir dari para kader yang disiapkan untuk menyukseskan program Lantip tersebut.

"Kalau lansia butuh kegiatan sesuai keinginannya, misalnya berdagang atau bercocok tanam, nanti akan disampingi. Intinya agar mereka tetap memiliki kegiatan yang positif selama menjalani hidupnya," ujar Sudarisman.

BACA JUGA: KontraS Beberkan Fakta Demokrasi Memburuk, Begini Cara Penguasa Membungkam Masyarakat Sipil

Di Banyuraden terdapat sekitar 1.800 warga yang masuk lansia. Sekitar 20an kader disiapkan untuk mendampingi para lansia secara bergilir. Jumlah kader yang diperbantukan bisa bertambah karena kalurahan juga mengandeng sejumlah instansi seperti Puskesmas dan Dinas Sosial.

Konsultan Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) SurveyMETER Sri Mulyani mengatakan program Lantip digelar bersama kalurahan untuk memberikan layanan terintegrasi bagi lansia. Program Lantip merupakan program hasil dari penelitian yang dilakukan sejak 2018.

Program layanan terintegrasi bagi lansia itu bertujuan untuk mengkoordinir berbagai layanan bagi lansia agar terintegrasi.
"Sebenarnya selama ini banyak layanan bagi lansia tapi masih terbagi-bagi, masih terkotak-kotak. Program Lantip ini bertujuan untuk mengkoordinir layanan-layanan tersebut agar dapat terintegrasi," jelasnya.

Kalurahan Banyuraden, katanya, merupakan kalurahan di Sleman yang terpilih menjadi pilot project bagi implementasi program Lantip tersebut. Selain di Sleman, program ini juga mulai diuji cobakan di DIY dan Bali. "Sleman dipilih menjadi lokasi uji coba dalam implementasi Lantip ini. Sebab angka harapan hidup di Sleman ini tinggi dan jumlah lansianya banyak," jelasnya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan Pemkab mendukung program Lantip terlebih program tersebut berupaya meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan lansia di Sleman. "Program ini merupakan salah satu inovasi yang perlu mendapat dukungan dan juga perlu diimplementasikan tidak hanya dalam layanan kesehatan, namun juga dapat diimplementasikan dalam program sosial dan lainnya," kata Kustini.