Advertisement

Ada Kampung Restorative Justice di Gunungkidul, Pidana Tak Perlu ke Pengadilan

David Kurniawan
Jum'at, 11 Februari 2022 - 19:57 WIB
Bhekti Suryani
Ada Kampung Restorative Justice di Gunungkidul, Pidana Tak Perlu ke Pengadilan Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUGKIDUL--Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul menetapkan Kalurahan Bedoyo, Ponjong menjadi percontohan program Kampung Restorative Justice. Ke depannya, program penyelesaian masalah pidana di luar jalur pengadilan atau mediasi demi asas keadilan ini, akan diperluas ke desa-desa lain di Gunungkidul.

Kepala Seksi Intel, Kejari Gunungkidul, Indra Saragih mengatakan, penetapan Kalurahan Bedoyo sebagai Kampung Restorative Justice dilaksanakan di balai kalurahan, Jumat (11/2/2022) siang. Program ini merupakan yang pertama kali terlaksana di Gunungkidul.

Dia menjelaskan, dasar penetapan Kampung Restorative Justice mengacu pada Peraturan Kejaksaan Agung No.15/2020. Di dalamnya tertuang keputusan tindak pidana yang ancamanannya di bawah lima tahun dan kerugian kurang dari Rp2,5 juta maka bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Jadi untuk penyelesai tidak harus melalui proses pengadilan, tapi bisa lewat mediasi dengan mempertemukan pelaku dan korban,” kata Indra, Jumat.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA: Polisi Sebut Pengepungan Warga Wadas Hoaks, Netizen: Pembuat Hoaks Terbesar Adalah Penguasa

Dia menjelaskan penyelesaikan kasus hukum dengan cara mediasi sudah dilakukan di Kalurahan Bedoyo. Ia mencatat ada dua penganiayaan diselesaikan tanpa harus melalui proses peradilan.

“Bahkan untuk kasus penganiyaan dengan tersangka Kasemi Binti Kasmo Semito merupakan penanganan restorative justice pertama di Indonesia yang diselesaikan oleh tim dari Kejaksaan Negeri Gunungkidul,” katanya.

Berdasarkan penanganan inilah, menjadi salah satu acuan oleh Kejari Gunungkidul menetapkan Bedoyo sebagai Kampung Restorative Justice di Bumi Handayani. Kampung ini dibentuk sebagai pelaksana musyawarah mufakat dan perdamaian untuk penyelesaikan perkara pidana yang dilaksanakan oleh jaksa dengan disaksikan tokoh masyarakat, tokoh agama hingga tokoh adat setempat.

“Tujuan didirikan Kampung RJ [Restorative Justice] untuk penyelesaian perkara pidana secara cepat sederhana dan dengan biaya ringan. Selain itu, juga untuk mengedepankan keadilan tidak hanya untuk tersangka, pelaku, tapi juga menyentuh masyarakat guna menghindarkan stigma negatif,” imbuh Indra.

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Ismaya Hera Wardanie mengatakan Kampung Restorative Justice merupakan program dari Kejaksaan Agung. Rencananya, akan diberlakukan di seluruh Indonesia.

Advertisement

Untuk Gunungkidul, ia mengakui Kalurahan Bedoyo merupakan yang pertama. Rencananya program ini akan diperluas dengan menyasar ke kalurahan-kalurahan lain sehingga dapat berjalan lancar. “Ini baru tahap awal. Rencananya Kampung Restorative Justice akan terus kami perluas jangkaunnya sehingga kalurahan lain juga dapat menyelesaikan kasus pidana tanpa harus menjalani sidang di pengadilan,” kata Ismaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Jumat, 7 Oktober 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 07:09 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement