Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi./Twitter
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wacana pembangunan Tugu Adipura di kawasan Alun-Alun Wonosari batal terlaksana di tahun ini. Di rencana awal untuk pembangunan dialokasikan anggaran sebesar Rp734 juta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, pihaknya sempat mewacanakan membangun Tugu Adipura. Lokasi pembangunan terletak di Alun-Alun Wonosari di sisi barat.
Menurut dia, pembuatan desain telah dilakukan dengan rencana tugu memiliki tinggi sekitar delapan meter. Selain itu, juga telah mengalokasikan anggaran pembangunan senilai Rp734 juta.
BACA JUGA: Sapi Tercebur di Kolam 5 Meter, Petugas Damkar Gunungkidul Lakukan Penyelamatan
“Tugu Adipura dibangun sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Kota Wonosari meraih Piala Adipura kategori Kota Kecil di 2024 lalu,” kata Hary, Kamis (12/6/2025).
Meski demikian, rencana yang tersusun tidak bisa direalisasikan tahun ini karena dibatalkan. Hary tidak menyebutkan secara rinci pembatalan karena kebijakan disesuaikan dengan instruksi pimpinan.
“Yang jelas tidak lepas dengan kebijakan dari Inpres No.1/2025. Untuk detail pembatalan pembangunan tugu Adipura di tahun ini bisa ke Pak Sekda,” kata mantan Sekretaris Dinas Pariwisata ini.
Adanya kebijakan pembatalan, Hary mengakui tidak mempermasalahkan. Terlebih lagi, kata dia, tahapan pembangunan masih di tahap perencanaan sehingga tidak memberikan dampak apa pun.
“Bukan masalah karena belum sampai Lelang. Kalau sudah Lelang, maka tidak bisa dibatalkan,” katanya.
Disinggung mengenai kapan program pembangunan Tugu Adipura bakal dilanjutkan, Hary mengaku belum tahu menahu. Ia berdalih kebijakan anggaran berada di pimpinan. “Kami hanya menunggu instruksi, kalau ada anggarannya, maka siap membangun,” katanya.
Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono membenarkan adanya pembatalan pembangunan Tugu Adipura. Kebijakan ini dilakukan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat.
“Sudah tidak ada di mata anggaran milik pemkab karena dicoret akibat kebijakan efisiensi,” kata Putro.
Menurut dia, kebijakan pemangkasan tidak hanya pada rencana pembangunan Tugu Adipura. Pasalnya, hingga saat ini efisiensi anggaran dari APBD sudah mencapai Rp17 miliar.
“Pemangkasan tidak hanya dari APBD, tapi juga ada dari Dana Alokasi Khusus Fisik. Kalau ditotal semuanya, yang dipangkas sudah mencapai Rp61,2 miliar,” kata Putro. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.