Kesbangpol Kulonprogo Perkuat Pencegahan Kenakalan Remaja di Sekolah
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Operasi pencarian besar-besaran tengah dilakukan oleh tim SAR gabungan guna menemukan seorang anak laki-laki yang dilaporkan hilang di kawasan Muara Sungai Serang, Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo.
Insiden memilukan ini diperkirakan terjadi pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, memicu respons cepat dari petugas penyelamat di lapangan guna menyisir lokasi kejadian.
Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, mengonfirmasi bahwa identitas korban yang tengah dicari adalah Bekti Nurada, siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) berusia 9 tahun.
Bocah malang tersebut merupakan warga asli Kalurahan Karangwuni, Kulonprogo, yang hingga petang ini keberadaannya masih terus diupayakan untuk ditemukan oleh personel gabungan.
“Sampai pukul 17.00 WIB tadi masih dalam proses pencarian terhadap korban oleh tim SAR gabungan,” katanya kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).
Kronologi peristiwa ini bermula saat sejumlah warga setempat menemukan sebuah sepeda yang tergeletak tanpa pemilik di tepian Muara Sungai Serang, yang kemudian memicu kecurigaan adanya kecelakaan air.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, terungkap bahwa sepeda tersebut milik warga Karangwuni, yang kemudian menuntun petugas untuk meminta keterangan dari rekan-rekan sebaya korban yang sering bermain di area tersebut.
Sekitar pukul 16.00 WIB, seorang saksi anak berinisial MHR (9) akhirnya memberikan pengakuan kunci setelah dimintai keterangan secara mendalam mengenai keberadaan temannya.
“Pada pukul 16.00 WIB ada seorang anak inisial MHR, 9 tahun yang memang ketika ditanya lebih dalam ternyata mengakui sepeda itu milik temannya atas nama Bekti Nurada tenggelam di Muara Sungai Serang,” lanjut Pipit.
Guna memastikan titik koordinat kejadian, petugas membawa MHR langsung ke lokasi penemuan sepeda untuk menunjukkan tempat kejadian perkara (TKP).
Pipit menjelaskan, terdapat dugaan kuat bahwa saksi merasa ketakutan setelah melihat temannya tenggelam sehingga ia sempat meninggalkan lokasi tanpa berani segera melapor kepada orang dewasa. “Dugaannya MHR ini ninggalin pas mengetahui satu orang tenggelam dan MHR ini takut untuk bilang,” ungkapnya terkait alasan keterlambatan laporan tersebut.
Saat ini, tim penyelamat masih fokus menyisir area perairan di sekitar muara karena kuat dugaan korban dan saksi sengaja datang ke lokasi tersebut untuk berenang bersama.
Petugas gabungan terus berupaya memaksimalkan pencarian di sekitar Muara Sungai Serang mengingat arus air dan kondisi cuaca di wilayah Glagah yang terus dipantau hingga operasi pencarian dinyatakan selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
Mencari mobil offroad murah untuk pemula? Simak 12 rekomendasi mobil tangguh mulai dari Suzuki Jimny, Daihatsu Taft, Pajero lawas hingga Jeep Cherokee
Sulit percaya pada orang lain bisa memengaruhi hubungan sosial dan emosional. Kenali tanda-tandanya mulai dari mudah curiga, overthinking, hingga menjaga jarak
Cristiano Ronaldo resmi tidak lagi tampil di Piala Dunia. Portugal kehilangan ikon dan daya tarik komersial. Pakar sebut ini 'tragedi' bagi federasi.
Nasib F1 GP Malaysia 2026 akan diumumkan Minggu 26 Juli. Sepang jadi opsi cadangan jika GP Bahrain batal. Simak pernyataan PM Anwar Ibrahim.
Menutup aplikasi background justru bikin baterai HP boros. HP modern kelola RAM cerdas, tutup aplikasi hanya saat macet atau GPS aktif. Simak penjelasannya.