Musim Ubur-Ubur Tiba Wisatawan Pantai Glagah Perlu Waspada

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Senin, 20 Juli 2026 15:57 WIB
Musim Ubur-Ubur Tiba Wisatawan Pantai Glagah Perlu Waspada

Ubur-Ubur - Ilustrasi/StockCake

Harianjogja.com, KULONPROGO—Petugas penyelamat di Pantai Glagah meningkatkan peringatan kepada wisatawan setelah dua anak tersengat ubur-ubur api saat bermain air di kawasan pantai tersebut. Insiden yang terjadi pada akhir pekan itu menjadi pengingat bahwa musim kemunculan biota laut berbahaya tersebut masih berlangsung di pesisir selatan Kulonprogo.

Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya aktivitas wisata di Pantai Glagah yang belakangan ramai dikunjungi untuk menikmati panorama matahari terbenam. Meski banyak pengunjung datang untuk berburu sunset, sebagian wisatawan masih memilih bermain air di tepi pantai sehingga risiko bersentuhan dengan ubur-ubur tetap tinggi.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah, Aris Widiatmoko, mengatakan kemunculan ubur-ubur api atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai rawe memang menjadi fenomena musiman yang kerap terjadi setiap Juli hingga Agustus.

Menurut dia, kondisi cuaca dan angin kencang menjadi faktor utama yang menyebabkan kawanan ubur-ubur terbawa arus hingga mendekati bibir pantai.

Embusan angin yang lebih kuat mendorong gelombang laut menuju daratan sehingga ubur-ubur yang berada di perairan lepas ikut terbawa hingga area yang biasa digunakan wisatawan untuk bermain air.

"Bulan Juli dan Agustus ini memang musimnya ubur-ubur. Angin bertiup cukup kencang, otomatis membuat gelombang di perairan juga membesar. Hal inilah yang membawa ubur-ubur ikut menepi ke wilayah pantai tempat wisatawan biasa bermain air," jelasnya saat dikonfirmasi.

Meski tidak selalu muncul setiap hari, Aris meminta wisatawan tetap meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di kawasan pantai.

Kewaspadaan dinilai semakin penting pada sore hari ketika jumlah pengunjung meningkat, terutama menjelang waktu matahari terbenam yang menjadi salah satu daya tarik utama Pantai Glagah.

Menurut Aris, sengatan ubur-ubur api dapat menimbulkan sensasi panas yang cukup kuat pada kulit.

Selain itu, dalam kondisi tertentu, sengatan tersebut juga berpotensi memicu gangguan pernapasan.

"Efek sengatannya itu rasanya panas sekali, seperti terkena minyak angin yang panas. Bahayanya, sengatan ini bisa menyerang saluran pernapasan. Bagi wisatawan yang memiliki riwayat penyakit asma, efek sesak napasnya bisa terjadi dengan sangat cepat," kata Aris.

Karena itu, orang tua yang membawa anak-anak diminta lebih aktif mengawasi aktivitas bermain air dan menghindarkan mereka dari benda-benda laut yang tidak dikenal yang terdampar di sepanjang pantai.

Peringatan tersebut bukan tanpa alasan.

Pada Minggu (19/7/2026), dua wisatawan anak dilaporkan tersengat ubur-ubur saat bermain air di Pantai Glagah, Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo.

Aris mengatakan kedua korban berasal dari Magelang dan Purworejo.

Salah satu korban mengalami rasa sakit yang cukup kuat hingga menangis, sementara korban lainnya sempat merasakan gejala sesak napas.

"Kebetulan kemarin yang kena anak-anak. Yang satu perempuan menangis kejer, dan yang satunya lagi mulai merasakan sesak napas. Korban langsung kami evakuasi ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis," ujarnya.

Petugas bergerak cepat memberikan pertolongan dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan kondisi mereka tidak memburuk.

Setelah menjalani penanganan medis, kedua korban dipastikan dalam kondisi aman dan telah diperbolehkan pulang.

Sementara itu, Ketua Desa Wisata Glagah, Bayu Puspo, mengakui masih banyak wisatawan yang bermain air meskipun kawasan tersebut kini lebih dikenal sebagai lokasi menikmati panorama sunset.

Popularitas Pantai Glagah yang meningkat di media sosial turut mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut membuat petugas terus mengingatkan pengunjung agar memperhatikan keselamatan selama beraktivitas di tepi pantai, terutama selama musim kemunculan ubur-ubur api yang diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online