Ratusan Calon PMI Ajukan Paspor, Imigrasi Kulonprogo Perketat Seleksi
Imigrasi Kulonprogo memperketat penerbitan paspor setelah 347 calon PMI mengajukan permohonan sepanjang 2026 guna mencegah keberangkatan nonprosedural.
Catur - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 140 pecatur dari berbagai daerah memadati Kantor Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, dalam Open Turnamen Catur Bupati Kulonprogo Cup XVI Tahun 2026. Kehadiran sejumlah Master Nasional hingga pecatur bergelar FIDE Master menjadi kesempatan berharga bagi atlet-atlet muda Kulonprogo untuk mengukur kemampuan sekaligus menimba pengalaman bertanding di level yang lebih tinggi.
Turnamen yang berlangsung pada Minggu (19/7/2026) ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang pembinaan atlet catur di Kulonprogo. Para peserta berasal dari berbagai kelompok umur dan wilayah, mulai dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Sebanyak 140 peserta ambil bagian dalam turnamen tersebut yang terdiri atas 33 pecatur tingkat sekolah dasar (SD), 20 peserta tingkat sekolah menengah pertama (SMP), serta 87 peserta kategori open. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa Bupati Kulonprogo Cup terus berkembang menjadi salah satu turnamen catur yang diminati di wilayah DIY dan sekitarnya.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, mengaku bangga dengan konsistensi penyelenggaraan turnamen yang terus mengalami peningkatan, baik dari sisi jumlah peserta maupun cakupan daerah asal peserta.
"Ini sesuatu yang membanggakan karena dari tahun ke tahun saya tanyakan perkembangan pesertanya semakin nambah. Dan ini diikuti oleh jelajahnya dari Kulonprogo, DIY, Jateng, dan ada dari Jatim. Ini luar biasa sekali," ujarnya kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).
Menurut Agung, penyelenggaraan kompetisi secara rutin memiliki peran penting dalam pembinaan atlet. Sebab, kemampuan yang diasah melalui latihan membutuhkan panggung pertandingan sebagai sarana evaluasi sekaligus pengembangan prestasi.
Ia berharap semakin banyak turnamen yang dapat diselenggarakan sehingga lahir talenta-talenta pecatur andal yang mampu mengharumkan nama Kulonprogo di berbagai ajang olahraga.
"Tujuan dari penyelenggaraan acara ini adalah untuk menyediakan satu sarana bagi para atlet untuk mampu mengembangkan prestasinya dengan adanya pertandingan. Karena buat apa kita selalu berlatih kalau tidak pernah ada pertandingan? Saya berharap pertandingan seperti ini semakin sering diadakan sehingga tumbuh talenta-talenta pecatur yang andal. Dari ajang seperti ini, kami berharap akan muncul atlet-atlet catur yang luar biasa," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum III KONI Kulonprogo, Anung Marganto, menilai kehadiran para pecatur bergelar Master Nasional menjadi momentum berharga bagi atlet-atlet lokal. Selain berkompetisi, mereka juga memiliki kesempatan belajar secara langsung dari para pecatur yang telah memiliki pengalaman lebih tinggi.
Menurut Anung, turnamen ini memiliki arti penting karena menjadi salah satu ajang kompetitif yang tetap menjaga atmosfer olahraga catur di Kulonprogo di tengah tidak diselenggarakannya Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) catur pada tahun ini.
"Hari ini tentunya menjadi momen yang berharga bagi atlet-atlet Kulonprogo untuk belajar dengan master-master nasional. Ini karena kita sampai saat ini belum mempunyai master, jadi sangat bagus untuk mencari prestasi maupun menimba ilmu," kata Anung.
Ia menambahkan KONI Kulonprogo akan terus mendukung berbagai program pembinaan yang dilakukan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Kulonprogo guna meningkatkan prestasi atlet menjelang Pekan Olahraga Daerah (Porda) mendatang.
Ketua Umum Pengkab Percasi Kulonprogo, Ariadi, menjelaskan pihaknya sengaja membuka kesempatan bagi peserta dari luar daerah untuk menghadirkan persaingan yang lebih kompetitif. Dengan demikian, para atlet Kulonprogo dapat memperoleh pengalaman bertanding melawan pecatur yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.
Pada turnamen kali ini, terdapat enam pecatur bergelar Master Nasional yang ikut bertanding. Selain itu, seorang pecatur bergelar FIDE Master asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, juga turut meramaikan kompetisi.
"Karena memang di Kulonprogo belum ada yang mempunyai gelar Master Nasional, sehingga ini keluarga kita yang dari luar Kulonprogo, ada master-master nasional. Insyaallah ada enam master yang mengikuti turnamen kali ini. Kemudian ada FIDE Master satu orang dari Pacitan," ujar Ariadi.
Ia berharap kehadiran para master dapat menjadi inspirasi bagi pecatur muda Kulonprogo untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang berkelanjutan. Tidak hanya menargetkan gelar Master Nasional, para atlet juga diharapkan mampu melangkah lebih jauh hingga meraih gelar internasional pada masa mendatang.
"Mudah-mudahan ini menginspirasi adik-adik kita, terutama yang masih SD, SMP, dan juga teman-teman yang sudah jadi atlet di Kulonprogo, untuk terus berlatih, berlatih, berlatih. Nanti harapannya bisa mencapai Master Nasional, syukur-syukur bisa naik lagi ke FIDE Master hingga Master Internasional. Semoga ke depan DIY semakin maju, salah satunya berkat partisipasi Bupati Kulonprogo Cup ini," pungkas Ariadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Imigrasi Kulonprogo memperketat penerbitan paspor setelah 347 calon PMI mengajukan permohonan sepanjang 2026 guna mencegah keberangkatan nonprosedural.
PBNU menetapkan logo resmi Muktamar Ke-35 NU karya alumni Ponpes Langitan. Logo tersebut mengandung filosofi harmoni Syuriah dan Tanfidziyah.
PWI Pusat mendesak Hotman Paris meminta maaf usai pernyataannya dinilai merendahkan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
Kemendikdasmen memperkuat budaya sekolah aman, nyaman, dan inklusif melalui sejumlah program untuk mencegah kekerasan dan perundungan.
Veda Ega Pratama dan Mario Aji menemui Sultan HB X jelang GP Mandalika 2026. Sultan berpesan agar keduanya tampil percaya diri dan pantang menyerah.
Mentan Amran membantah isu tanah Papua dibeli Rp100 ribu per hektare dan menegaskan lahan pertanian hasil program pemerintah tetap milik masyarakat.