Kulonprogo Masuki Puncak Panen Juli, Potensi Gabah Tembus 20.600 Ton

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Senin, 20 Juli 2026 11:37 WIB
Kulonprogo Masuki Puncak Panen Juli, Potensi Gabah Tembus 20.600 Ton

Panen padi - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO—Panen raya padi mulai berlangsung serentak di berbagai wilayah Kabupaten Kulonprogo sepanjang Juli 2026. Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapang) Kulonprogo memproyeksikan luas panen padi pada bulan ini mencapai 3.125 hektare yang tersebar di seluruh kapanewon.

Jika produktivitas rata-rata mampu mencapai sedikitnya 6,6 ton per hektare, total produksi gabah selama Juli berpotensi melampaui 20.600 ton. Selain padi, sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai keriting, bawang merah, sayuran, hingga buah-buahan juga memasuki masa panen sehingga menandai tingginya aktivitas produksi pertanian di daerah tersebut.

Momentum panen serentak itu menjadikan Juli sebagai salah satu periode paling produktif bagi sektor pertanian Kulonprogo. Komoditas tanaman pangan maupun hortikultura dipanen hampir bersamaan di berbagai wilayah sehingga meningkatkan volume produksi pertanian daerah.

Luas Panen Padi Diperkirakan Capai 3.125 Hektare

Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dispertapang Kulonprogo, Wazan Mudzakir, mengatakan estimasi luas panen tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan di lapangan masih berlangsung hingga akhir bulan.

"Untuk perhitungan perkiraan panen sejak awal sampai akhir Juli, estimasi luasan totalnya mencapai 3.125 hektare untuk komoditas padi. Terbesar berada di Kapanewon Wates dengan luasan 713 hektare, disusul Kapanewon Temon seluas 572 hektare," ujar Wazan saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).

Sebaran panen tersebut merupakan akumulasi dari 12 kapanewon di Kulonprogo. Wates menjadi wilayah dengan areal panen terbesar, diikuti Temon, Nanggulan, dan Pengasih yang juga mencatat luasan cukup signifikan.

Meski pengukuran hasil panen belum selesai dilakukan, Dispertapang berharap produktivitas rata-rata minimal mencapai 6,6 ton per hektare sehingga target produksi tetap terjaga.

"Belum semua (lahan) diukur karena Juli juga belum selesai. Namun kalau harapan kita, produktivitasnya tidak kurang dari rata-rata 6,6 ton per hektare," tambahnya optimis.

Dengan asumsi produktivitas tersebut tercapai di seluruh lahan panen, total gabah yang dihasilkan Kulonprogo selama Juli diperkirakan dapat melampaui 20.600 ton.

Cabai Keriting dan Bawang Merah Ikut Dipanen

Selain padi, aktivitas panen juga berlangsung pada komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Cabai keriting menjadi komoditas dengan luasan panen terbesar pada kelompok hortikultura.

Data Dispertapang Kulonprogo menunjukkan cabai keriting yang telah memasuki fase habis panen mencapai 241,1 hektare dengan produksi sebesar 1.144,9 ton. Sementara lahan cabai keriting yang masih aktif dipanen memiliki luas 354,82 hektare dengan total produksi mencapai 2.611,8 ton.

"Untuk komoditas hortikultura lainnya, bulan Juli ini kami juga mencatat adanya panen bawang merah dengan luas mencapai 61,4 hektare yang menghasilkan produksi sebesar 665,7 ton," rinci Wazan.

Sayuran dan Buah Turut Menopang Produksi Pertanian

Kepala Dispertapang Kulonprogo, Trenggono Trimulyono, menambahkan bahwa aktivitas panen pada pertengahan tahun tidak hanya didominasi tanaman pangan dan hortikultura utama. Berbagai komoditas sayuran dan buah juga memasuki masa produksi.

Menurutnya, lahan sayuran yang dipanen meliputi kangkung seluas 24,5 hektare, sawi 19,5 hektare, dan bayam 13,16 hektare.

"Sementara di sektor buah-buahan, buah melon mencatatkan luasan panen hingga 17 hektare disusul buah semangka dengan luasan 7 hektare," jelasnya.

Sebaran Estimasi Luas Panen Padi Juli 2026

  • Wates: 713 hektare
  • Temon: 572 hektare
  • Nanggulan: 417 hektare
  • Pengasih: 374 hektare
  • Panjatan: 232 hektare
  • Sentolo: 214 hektare
  • Kalibawang: 178 hektare
  • Samigaluh: 163 hektare
  • Girimulyo: 101 hektare
  • Lendah: 94 hektare
  • Kokap: 59 hektare
  • Galur: 7 hektare

Total luas panen padi: 3.125 hektare.

Luasan Panen Komoditas Non-Padi Juli 2026

  • Cabai keriting (belum habis panen): 354,82 hektare, produksi 2.611,8 ton.
  • Cabai keriting (habis panen): 241,1 hektare, produksi 1.144,9 ton.
  • Bawang merah: 61,4 hektare, produksi 665,7 ton.
  • Kangkung: 24,5 hektare.
  • Sawi: 19,5 hektare.
  • Melon: 17 hektare.
  • Bayam: 13,16 hektare.
  • Semangka: 7 hektare.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online