Sampah ke TPA Banyuroto Turun 9 Ton per Hari Setelah Aturan Baru DLH
DLH Kulonprogo mencatat volume sampah yang masuk TPA Banyuroto turun dari 33 ton menjadi 24 ton per hari setelah penerapan aturan penolakan sampah organik.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Panen raya padi mulai berlangsung serentak di berbagai wilayah Kabupaten Kulonprogo sepanjang Juli 2026. Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapang) Kulonprogo memproyeksikan luas panen padi pada bulan ini mencapai 3.125 hektare yang tersebar di seluruh kapanewon.
Jika produktivitas rata-rata mampu mencapai sedikitnya 6,6 ton per hektare, total produksi gabah selama Juli berpotensi melampaui 20.600 ton. Selain padi, sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai keriting, bawang merah, sayuran, hingga buah-buahan juga memasuki masa panen sehingga menandai tingginya aktivitas produksi pertanian di daerah tersebut.
Momentum panen serentak itu menjadikan Juli sebagai salah satu periode paling produktif bagi sektor pertanian Kulonprogo. Komoditas tanaman pangan maupun hortikultura dipanen hampir bersamaan di berbagai wilayah sehingga meningkatkan volume produksi pertanian daerah.
Luas Panen Padi Diperkirakan Capai 3.125 Hektare
Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dispertapang Kulonprogo, Wazan Mudzakir, mengatakan estimasi luas panen tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan di lapangan masih berlangsung hingga akhir bulan.
"Untuk perhitungan perkiraan panen sejak awal sampai akhir Juli, estimasi luasan totalnya mencapai 3.125 hektare untuk komoditas padi. Terbesar berada di Kapanewon Wates dengan luasan 713 hektare, disusul Kapanewon Temon seluas 572 hektare," ujar Wazan saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).
Sebaran panen tersebut merupakan akumulasi dari 12 kapanewon di Kulonprogo. Wates menjadi wilayah dengan areal panen terbesar, diikuti Temon, Nanggulan, dan Pengasih yang juga mencatat luasan cukup signifikan.
Meski pengukuran hasil panen belum selesai dilakukan, Dispertapang berharap produktivitas rata-rata minimal mencapai 6,6 ton per hektare sehingga target produksi tetap terjaga.
"Belum semua (lahan) diukur karena Juli juga belum selesai. Namun kalau harapan kita, produktivitasnya tidak kurang dari rata-rata 6,6 ton per hektare," tambahnya optimis.
Dengan asumsi produktivitas tersebut tercapai di seluruh lahan panen, total gabah yang dihasilkan Kulonprogo selama Juli diperkirakan dapat melampaui 20.600 ton.
Cabai Keriting dan Bawang Merah Ikut Dipanen
Selain padi, aktivitas panen juga berlangsung pada komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Cabai keriting menjadi komoditas dengan luasan panen terbesar pada kelompok hortikultura.
Data Dispertapang Kulonprogo menunjukkan cabai keriting yang telah memasuki fase habis panen mencapai 241,1 hektare dengan produksi sebesar 1.144,9 ton. Sementara lahan cabai keriting yang masih aktif dipanen memiliki luas 354,82 hektare dengan total produksi mencapai 2.611,8 ton.
"Untuk komoditas hortikultura lainnya, bulan Juli ini kami juga mencatat adanya panen bawang merah dengan luas mencapai 61,4 hektare yang menghasilkan produksi sebesar 665,7 ton," rinci Wazan.
Sayuran dan Buah Turut Menopang Produksi Pertanian
Kepala Dispertapang Kulonprogo, Trenggono Trimulyono, menambahkan bahwa aktivitas panen pada pertengahan tahun tidak hanya didominasi tanaman pangan dan hortikultura utama. Berbagai komoditas sayuran dan buah juga memasuki masa produksi.
Menurutnya, lahan sayuran yang dipanen meliputi kangkung seluas 24,5 hektare, sawi 19,5 hektare, dan bayam 13,16 hektare.
"Sementara di sektor buah-buahan, buah melon mencatatkan luasan panen hingga 17 hektare disusul buah semangka dengan luasan 7 hektare," jelasnya.
Sebaran Estimasi Luas Panen Padi Juli 2026
Total luas panen padi: 3.125 hektare.
Luasan Panen Komoditas Non-Padi Juli 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Kulonprogo mencatat volume sampah yang masuk TPA Banyuroto turun dari 33 ton menjadi 24 ton per hari setelah penerapan aturan penolakan sampah organik.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 21 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Selasa 21 Juli 2026 digelar di Balai Kalurahan Wiladeg, Karangmojo. Simak lokasi, jam layanan, dan persyaratannya.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA reguler dan Xpress untuk Selasa 21 Juli 2026. Tersedia layanan dari Tugu Jogja menuju YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 21 Juli 2026 tersedia dari pukul 05.00 WIB hingga 20.42 WIB dengan tarif Rp8.000 untuk sekali perjalanan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.