Desil Warga Amburadul, DPRD Kulonprogo Dorong Verifikasi Lapangan
DPRD Kulonprogo mendorong pemutakhiran data desil secara berkala dengan melibatkan kalurahan dan verifikasi langsung di lapangan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga Kabupaten Kulonprogo bakal kembali memiliki pusat hiburan berupa bioskop. New Star Cineplex (NSC) tengah merevitalisasi gedung eks Bioskop Mandala di Kapanewon Wates dan menargetkan fasilitas tersebut dapat diluncurkan pada Oktober 2026.
Selain bioskop, lokasi tersebut nantinya dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Kehadiran pusat hiburan ini sekaligus membawa potensi investasi yang diperkirakan mencapai Rp17,4 miliar pada tahun pertama.
Manajer Operasional NSC, Himawan Banjar, mengatakan proses revitalisasi gedung masih berlangsung. Hingga Rabu (2/9/2026), progres pengerjaan telah mencapai 40 persen.
“Untuk progres saat ini sudah masuk di 40 persen pengerjaan, mudah-mudahan pada Oktober bisa kita launching,” ujar Himawan saat dihubungi Harian Jogja, Rabu (2/9/2026).
Bioskop Wates Gunakan Eks Bioskop Mandala
Kulonprogo selama ini belum memiliki bioskop. Sebelumnya memang terdapat Bioskop Mandala, tetapi tempat tersebut sudah lama berhenti beroperasi.
Gedung eks Bioskop Mandala inilah yang kini disiapkan NSC untuk menghadirkan kembali pusat hiburan film di Kulonprogo. Gedung tersebut direvitalisasi agar kondisi dan fasilitasnya representatif untuk digunakan sebagai bioskop.
NSC juga menyiapkan fasilitas penunjang sehingga kawasan tersebut nantinya tidak hanya mengandalkan aktivitas pemutaran film.
Kehadiran kembali bioskop dinilai memiliki nilai ekonomi bagi Kulonprogo. Aktivitas hiburan yang terintegrasi dengan fasilitas lainnya diproyeksikan turut memberikan efek ganda bagi kawasan Kota Wates.
Investasi Bioskop dan Fasilitas Pendukung Capai Rp17,4 Miliar
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulonprogo melihat adanya investasi yang masuk seiring pembangunan pusat hiburan tersebut.
Kepala DPMPTSP Kulonprogo, Sarji, mengatakan nilai investasi tidak hanya berasal dari bisnis bioskop. Ada sektor lain yang berada dalam satu lokasi dan masuk dalam rencana kegiatan NSC.
“Total sementara investasi ini sekitar Rp17,4 miliar untuk tahun pertama ini nanti,” katanya dikonfirmasi terpisah.
Sarji menjelaskan NSC telah berproses dalam perizinan. Nomor Induk Berusaha (NIB) perusahaan sudah terbit dan saat ini proses berlanjut pada pengurusan keterangan kesesuaian rencana kegiatan sebagai salah satu syarat pemenuhan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Dalam satu NIB NSC tersebut terdapat tiga Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Artinya, kegiatan usaha NSC di lokasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemutaran film atau bioskop.
Tiga KBLI NSC di Wates
Sarji merinci tiga KBLI yang tercantum dalam kegiatan usaha tersebut, yakni aktivitas pemutaran film atau bioskop, kafe, serta penyediaan makanan.
Rincian perkiraan investasinya adalah:
“Perkiraan investasi dari tiga KBLI itu bioskop Rp6,6 miliar, kafe Rp3,1 miliar dan penyediaan makanan Rp7,7 miliar sehingga perkiraan nilai investasi dari ketiga kegiatan tersebut Rp17,4 miliar,” ucapnya.
Sarji menegaskan ketiga kegiatan usaha tersebut akan bergerak secara beriringan. Integrasi kegiatan tersebut diharapkan memberikan efek ganda dan membuat kawasan Kota Wates semakin ramai.
Dengan demikian, kehadiran kembali bioskop di Kulonprogo tidak hanya menawarkan pilihan hiburan bagi masyarakat. Pusat kegiatan tersebut juga disiapkan dengan fasilitas pendukung yang diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi kawasan Wates.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo mendorong pemutakhiran data desil secara berkala dengan melibatkan kalurahan dan verifikasi langsung di lapangan.
DPRD DIY menyebut ada BTT sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kekeringan 2026 jika kebutuhan penanganan meningkat.
Kejati Jateng mengusut dugaan korupsi Smart Classroom di 13 daerah. Harga TV pintar diduga digelembungkan hingga enam kali lipat.
Desil Timbul, tukang becak Kulonprogo, masih tercatat 9 menurut lurah. Sebelumnya BPS menyebut desilnya telah turun menjadi 3.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.
Kejati Jateng mencatat penyelamatan keuangan negara Rp36,8 miliar dari perkara korupsi dan TPPU sepanjang Januari-Agustus 2026.