129 Korban Kapal Virgo Belum Ditemukan, Basarnas Kerahkan Kopaska
Basarnas mengerahkan Kopaska, BSG, dan KRI Canopus untuk mencari 129 korban Kapal Virgo Transport 8 yang belum ditemukan.
Foto ilustrasi mudik Lebaran. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul mulai mematangkan persiapan pengamanan arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Fokus utama pengamanan akan dipusatkan pada jalur-jalur utama yang menjadi titik perbatasan dengan wilayah Kabupaten Kulonprogo guna menjamin kelancaran arus lalu lintas.
Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik krusial untuk penempatan pos pantau. “Untuk wilayah perbatasan Bantul dengan Kulonprogo itu kita nanti ada pos mudik di Jalan Srandakan dan Pos Klangon Sedayu (Jalan Wates),” ungkap Singgih di Bantul, Sabtu (7/3/2026)
Pos pantau di Klangon, Sedayu, nantinya berfungsi sebagai titik monitor utama bagi kendaraan pemudik yang masuk melalui pusat Kabupaten Kulonprogo. Sementara itu, pos di Srandakan disiapkan untuk memantau pergerakan arus mudik yang melintasi jalur pantai selatan (pansela).
Selain kedua pos tersebut, Dishub Bantul juga bekerja sama dengan Dishub DIY untuk mendirikan pos terpadu di sekitar Jembatan Kabanaran. Jembatan yang berada di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ini merupakan penghubung strategis antara pantai selatan Bantul dengan Kulonprogo.
“Di jalur tersebut mobilitas lebih tinggi, termasuk nanti akses masuk ke Jembatan Kabanaran itu pasti akan dijadikan alternatif untuk mudik, karena pemudik sambil menikmati pemandangan yang ada di sana,” tuturnya. Pihaknya memprediksi jalur ini akan menjadi favorit bagi pemudik yang ingin menghindari kemacetan di jalur utama.
Titik pantau lain yang tidak kalah penting terletak di kawasan Piyungan, Jalan Wonosari. Pos ini disiagakan untuk memantau volume kendaraan dari arah Kabupaten Gunungkidul serta mengantisipasi limpahan arus mudik dari arah Prambanan yang bergerak menuju selatan.
“Masuknya paling utama kalau arus mudik itu di Gunungkidul itu banyak. Kemudian dampak dari pembukaan Tol Prambanan, itu kan nanti pemudik pasti akan mencari jalur alternatif, pasti akan melalui Kabupaten Bantul,” jelas Singgih menambahkan. Ia menekankan bahwa integrasi jalan tol akan mengubah pola pergerakan kendaraan tahun ini.
Dishub Bantul terus menjalin koordinasi intensif dengan Dishub DIY guna memastikan kesiapan personel di seluruh titik perbatasan, termasuk yang bersinggungan dengan Kota Yogyakarta. “Terutama arus mudik yang masuk dari Kota Yogyakarta, dan kemarin itu yang harus ditekankan untuk diantisipasi itu juga perbatasan dengan kota, kalau di Bantul nanti menyisir saja terutama di JJLS,” kata dia sebagai penutup informasi persiapan teknis lapangan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Basarnas mengerahkan Kopaska, BSG, dan KRI Canopus untuk mencari 129 korban Kapal Virgo Transport 8 yang belum ditemukan.
Disdukcapil Kulonprogo mengingatkan warga soal penipuan aktivasi IKD yang meminta Rp10.000, nomor rekening hingga kode OTP.
Gempa M5,6 mengguncang barat daya Bayah Banten pada Senin sore. BMKG memastikan gempa berkedalaman 10 km itu tak berpotensi tsunami.
JNE menggandeng visual artist Muklay menyulap armada pengiriman menjadi galeri seni berjalan jelang HUT ke-36 bertema “Melesat Hebat”.
Sleman memperkuat budaya literasi melalui perpustakaan. Layanan keliling bahkan menjangkau sekitar 128.000 pengunjung dalam setahun.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.