Disnakertrans DIY Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar konferensi internasional di bidang kesehatan ''International Conference on Health Science''(ICOHES) pada Senin-Selasa (21-22/2/2022). Konferensi internasional digelar dengan tajuk Colaborative Working: A Strategy to Building Resilience in Healthcare in the Time COVID-19. Kegiatan ini diikuti lebih dari 893 peserta dari dalam dan luar negeri./Ist
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar konferensi internasional di bidang kesehatan ‘’International Conference on Health Science’’(ICOHES) pada Senin-Selasa (21-22/2/2022). Konferensi internasional digelar dengan tajuk Colaborative Working: A Strategy to Building Resilience in Healthcare in the Time COVID-19. Kegiatan ini diikuti lebih dari 893 peserta dari dalam dan luar negeri.
Wakil Rektor I UNISA Yogyakarta, Taufiqur Rahman mengatakan momentum konferensi internasional ini merupakan hal yang sangat berkesan. Ia mengatakan konferensi internasional ini bisa menjadi ajang saling membagikan berbagai temuan dan ide terutama dalam pembahasan masalah startegis kaitannya dengan pandemi COVID-19 sesuai dengan tema yang diangkat.
Sebagaimana diketahui, di masa pandemi COVID-19, tenaga kesehatan tetap dituntut untuk tetap memberikan perawatan yang berstandar tinggi dan bermartabat. Salah satu strategi yang dapat dijalankan untuk mempertahankan perawatan yang terhormat dan berkualitas tinggi adalah melalui kerja kolaboratif di antara professional perawatan kesehatan.
"Ini menjadi kesempatan bagus bagi kami dalam konferensi ini untuk saling membagikan apa yang telah kita temukan, ide dansolusi. Kolaboratif working menjadi hal strategis yang kita harus hadapi di masa pandemi," kata Taufiqur dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (23/2/2022).
Menurutnya di era pandemi COVID-19 saat ini, kolaborasi menjadi salah satu hal penting. Dimana para peneliti hingga praktisi dipertemukan untuk mengemukakan ide, temuan hingga solusi atas permasalahan.
"Ini menjadi highlight bagaimana kolaborasi menjadi penting bagi scientist dan praktisi kesehatan. Kolaborasi ini menjadi penting di masa pandemi. Dan konferensi ini akan berfokus bagaimana kolaborasi bersama bias efektif untuk memerangi pandemi," imbuhnya.
"Konferensi ini harapannya bisa menghasilkan berbagai solusi, ide bagaimana untuk berkolaborasi menghadapi kondisiini," pungkasnya.
Sementara itu Agung Nugroho ketua panitia ICOHES menyambut baik konferensi internasional ini. Ia berharap dengan topik yang diangkat kali ini bisa menjadi informasi penting bagi akademisi sampai praktisi dalam menjawab tantangan di masa pandemi ini.
‘’Peserta bisa diharapkan mendapatkan informasi mengenai tantangan yang dihadapi oleh penyedia layanan kesehatan (termasuk pembuat kebijakan) dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Bagaimana bisa berkontribusi dalam membantu diri sendiri atau orang lain terkait masalah kesehatan di masa pandemi, ‘’ujarnya
ICOHES diadakan daritanggal 21 – 22 Februari kali ini menghadirkan 8 narasumber yang berasal dari Indonesia,Inggris, Swedia, Taiwan dan juga Jepang, yang akan dibagi menjadi 3 sesi.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Satgas PPKS UPNVY selidiki dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial dengan komitmen perlindungan korban dan investigasi objektif.
Ibunda Fedi Nuril, Gusmawati Nuril binti Hasan Basri, meninggal dunia pada Selasa 19 Mei 2026. Unggahan duka banjir doa dari penggemar.