Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Alat perajang yang diberikan adalah pemotong singkong dan pemarut singkong serta alat pengkukus parutan singkong hibah dari dosen UPY./ Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Yogyakarta memberikan 2 alat perajang singkong kepada Kelompok UMKM “Sejahtera” di Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Alat perajang yang diberikan adalah pemotong singkong dan pemarut singkong serta alat pengkukus parutan singkong.
Kegiatan Pengabdian ini merupakan kegiatan yang sudah lama direncanakan untuk direalisasi. "Kolaborasi antara kampus dan masyakarat diharapkan menjadi jembatan agar kampus dapat menyalurkan ilmu pengetahuannya sedangkan masyarakat mendapatkan manfaat secara nyata," kata Tim Pengabdi masyarakat UPY, Guntur Samodro, dalam rilisnya, Selasa (23/9/2025).
Selain Guntur Samodro, tim pengabdi UPY lainnya adalah Suharman dan Muhammad Priya Permana. Pengabdian yang dilaksanakan fokus pada membantu kelompok UMKM di Kalurahan Tancep dalam memaksimalkan potensi lokal yakni singkong.
Menurut Guntur, singkong yang dihasilkan setiap bulan sangat berlimpah. Hal ini dimanfaatkan masyarakat Tancep untuk membuat beberapa produk, antara lain menjadi opak dan keripik singkong.
BACA JUGA: 100 Mahasiswa Kulonprogo dan Gunungkidul Dapat Beasiswa Kuliah Gratis dari Danais
Tetapi selama ini masyarakat sekitar belum memenuhi standar baik kuantitas maupun kualitas pasar. Kendala utamanya adalah belum adanya alat mumpuni dalam pengolahan yang bisa secara modern dan cepat sekaligus edukasi dalam manajemen usaha.
Untuk alat 2 in 1 pemotong singkong dan pemarut singkong, produksi singkong untuk dapat diolah ke proses selanjutnya akan lebih cepat dan lebih banyak.
"Dalam 1 menit bisa memotong atau memarut singkong seberat 1 kilogram. Dibandingkan dengan cara manual yang selama ini dilakukan oleh masyarakat," ucapnya.
Sedangkan, untuk alat pengkukus parutan singkong digunaka untuk membantu pembuatan opak lebih cepat dan lebih banyak sebelum masuk proses penjemuran. Dalam 1 kali proses selama 5 menit, alat pengukus parutan singkong bisa langsung menghasilkan 20 opak.
Lurah Tancep menyampaikan terimakasihnya kepada tim Pengabdi dari Universitas PGRI Yogyakarta atas bantuan 2 alat yang diberikan. "Semoga dengan adanya alat tersebut dapat membantu menaikkan ekonomi masyarakat berbasis produk lokal yang dihasilkan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.