Kemenhut Tanam 900 Bibit Mangrove untuk Pulihkan Pesisir Raja Ampat
Kementerian Kehutanan menanam 900 bibit mangrove di Raja Ampat untuk rehabilitasi pesisir, menjaga ekosistem, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Lembaga Pengembangan Karir dan Sumber Daya Manusia (LPKSDM) UMY bekerja sama dengan Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan bertema "Pembekalan Masa Persiapan Pensiun bagi Tenaga Kependidikan Purna Tugas Tahun 2022"./Istimewa
JOGJA—Memasuki masa pensiun (purna tugas) merupakan hal yang akan dialami setiap individu, terutama yang berkarier di dunia kerja termasuk di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Kesiapan seseorang ketika memasuki masa pensiun perlu dipersiapkan dengan baik. Sebab, jika hal itu tidak dipersiapkan akan berpengaruh terhadap mental, juga finansial.
Lembaga Pengembangan Karir dan Sumber Daya Manusia (LPKSDM) UMY bekerja sama dengan Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan bertema “Pembekalan Masa Persiapan Pensiun bagi Tenaga Kependidikan Purna Tugas Tahun 2022”.
Acara dilaksankan pada Kamis-Jumat tanggal 24-25 Februari di Hotel Nava, Karanganyar. Kegiatan dihadiri Ketua Badan Pembina Harian (BPH), Dr Agung Danarto MAg beserta jajarannya dan Wakil Rektor Bidang SDM Prof Dr Nano Prawoto MSi serta pejabat di LPKSDM. Acara diikuti 32 peserta.
Menurut Agung Danarto kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk mempersiapkan para tenaga kependidikan (tendik) UMY dalam mempersiapkan masa pensiun. Harapannya, mereka lebih sehat dan bahagia dan tetap dapat berkontribusi dan beribadah di Persyarikatan Muhammadiyah.
“Bagi kami ini sangat penting. Tendik yang sudah pensiun dan memasuki masa pensiun kami beri bekal baik dari sisi psikologis, spiritual dan yang lainnya. Mereka juga mendapat bekal kewirausahan. Semoga ini bermanfaat bagi mereka,” ujar Agung.
Dalam kesempatan tersebut Nano Prawoto menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para tendik karena pengabdian dan kerja kerasnya bisa mendorong UMY menjadi perguruan tinggi yang maju dan berkembang. Para tendik yang sudah purna tugas dan memasuki purna tugas juga mendapat bantuan modal agar bisa digunakan untuk berwira usaha.
“Ini komitmen dan apresiasi kami kepada mereka yang telah mengabdi dan berkontribusi kepada UMY,” ujar Nano.
Kegiatan pembekalan juga diisi materi terkait menjaga kesehatan mental untuk menghadapi masa pensiun.
Menurut ketua panitia yang sekaliagus Kepala Lembaga Pengembangan Karir dan SDM Dr Adhianty Nurjanah MSi kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Acara ini jbertujuan Mempersiapkan secara psikologis tenaga kependidikan dalam menghadapi masa purna tugas, memberikan pembekalan terkait persiapan wirausaha dengan mengadakan studi banding ke UMkM Kripik Sayur Dhea di Tawangmangu,” ujar Adhianty.
Salah satu tendik yang sudah paripurna Bambang Rahmanto mengatakan acara ini sangat bermanfaat karena selain diberi bekal ilmu pengetahuan wawasan wirausaha juga diberikan materi kesehatan mental agar tetap sehat bahagia meskipun sudah purna dan tidak mengalami post power sindrome.
“Kami juga bisa refreshing bersama keluarga ke Tawangmangu. Terima kasih UMY, acara ini sangat luar biasa dan bermanfaat sekali bagi kami. Apalagi kami dapat bantuan modal juga. Semoga UMY semakin maju dan sukses,” imbuhnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan menanam 900 bibit mangrove di Raja Ampat untuk rehabilitasi pesisir, menjaga ekosistem, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.