Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan ruang perawatan untuk pasien corona masih mencukupi, meski jumlah warga tertular terus bertambah. Hingga saat ini ada 1.773 kasus aktif dan mayoritas menjalani isolasi mandiri. Saat ini sebanyak 76 pasien Covid-19 terpasa dirawat di RS.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, mayoritas warga yang dinyatakan positif corona menjalani isolasi mandiri. Pasalnya, dari 1.773 kasus aktif, yang di rawat di rumah sakit hanya 76 orang, sedangkan sisanya 1.697 isolasi mandiri.
“Jadi untuk ruang perawatan masih mencukupi karena yang disediakan ada 153 tempat tidur,” kata Dewi, Kamis (10/3).
Dia menjelaskan, warga banyak menjalani isolasi mandiri karena hanya mengalami gejala ringan atau tanpa bergejala. Sedangkan, ruang perawatan diberikan kepada pasien positif yang memiliki gejala sedang hingga berat.
BACA JUGA: Tersangka Pembunuh Wanita di Sungai Bolong Magelang Pekerja Bangunan di Jakarta
“Memang tidak semua dirawat di rumah sakit. Meski menjalani, isolasi mandiri tapi terus diawasi oleh petugas kesehatan serta dibekali dengan obat dan multi vitamin guna mempercepat penyembuhan,” ungkapnya.
Dewi menambahkan, pada Kamis bertambah sebanyak 144 kasus. penambahan ini maka di Gunungkidul total warga yang terinfeksi sejak pandemic ini muncul sebanyak 21.553 orang.
Meski demikian, dari jumlah tersebut ada yang dinyatakan sembuh sebanyak 18.685 orang. Adapun kematian akibat corona mencapai 1.095 kasus. “Selain adanya penambahan kasus aktif, juga ada penambahan pasien sembuh sebanyak 113 orang dan yang meninggal dunia ada empat orang,” imbuh Dewi.
Ia berharap kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Langkah ini sebagai upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona. “PPKM di Gunungkidul naik dari level tiga ke empat. Jadi, untuk bisa turun sangat membutuhkan partisipasi warga dengan terus disiplin dan mematuhi protokol kesehatan,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, masih mempersiapkan Puskesmas Bedoyo di Kapanewon Ponjong untuk isolasi terpadu. Menurut dia, ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan agar penggunaan bisa tetap representative.
“Masih proses dan mudah-mudahan bisa dipergunakan,” katanya.
Menurut dia, penyediaan tempat isolasi terpadu disediakan untuk warga yang benar-benar membutuhkan. Meski demikian, sambung Asti, banyak warga memilih melakukan isolasi secara mandiri. “Pengalaman saat ledakan varian delta, awrga positif memilih isolasi mandiri. Sedangkan shelter Wanagama yang disediakan ternyata tidak penuh, tapi kami tetap berusaha menyediakan untuk warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Said Iqbal membatalkan kunjungan ke ByteDance setelah DPR, pemerintah, dan Tokopedia-TikTok sepakat menghindari PHK sekitar 1.250 karyawan.
PSS Sleman resmi berpisah dengan Nuri Fasya. Manajemen mengapresiasi dedikasi, semangat juang, dan karakter pantang menyerah sang bek.
Pemkab Bantul menerapkan sistem pembobotan nilai jika bakal calon lurah lebih dari lima orang pada Pilur 2026 sesuai Perbup No. 47/2026.
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Polres Temanggung menangkap dua terduga pelaku pengganjal ATM Bank Mandiri. Korban kehilangan Rp20 juta, satu pelaku diketahui residivis.