Libur Sekolah, UMKM Jogja Bidik Omzet Naik 70 Persen
UMKM Jogja manfaatkan libur sekolah lewat bazar di Taman Pintar, targetkan kenaikan omzet hingga 70 persen.
BPOM menggelar kegiatan Pelayanan Registrasi Pangan Olahan di DIY di Hotel Grand Inna pada 17-18 Maret 2022./Ist
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu aspek pendukung perekonomian Indonesia yang sangat berperan aktif dalam memajukan roda perekonomian yang sempat terpuruk selama pandemi Covid-19. Berkembangnya UMKM berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan.
UMKM pangan di DIY terus bertumbuh seiring dengan semakin bervariasinya inovasi produk dan bertambahnya pelaku usaha yang beralih dari usaha lain karena efek pandemi Covid-19. Produk pangan beku dan produk pangan steril komersial di DIY semakin berkembang dengan ditunjang berkembangnya penggunaan medsos, marketplace dan perusahaan ekspedisi.
Produk-produk pangan olahan ini harus memiliki izin edar. Sesuai Peraturan Kepala Badan POM No. 27 Tahun 2017, izin edar pangan merupakan legalitas yang diberikan pemerintah kepada pelaku usaha pangan untuk memproduksi dan mengedarkan pangan. Badan POM hadir untuk berkontribusi mengawal produk pangan yang beredar agar memenuhi standar keamanan dan mutunya. Proses pemberian izin edar ini merupakan bentuk pengawasan pre-market, yaitu penilaian keamanan terhadap produk sebelum beredar.
Kegiatan Bimbingan Teknis dan Pelayanan Registrasi Pangan Olahan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha pangan terhadap regulasi dan proses pendaftaran pangan, serta merupakan upaya aktif Badan POM dalam mempermudah, mendekatkan diri kepada masyarakat dan mempercepat proses pendaftaran pangan sebagai bentuk dukungan Badan POM terhadap UMKM pangan.
Di tahun 2022 BBPOM di Yogyakarta kembali mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis dan Pelayanan Registrasi Pangan Olahan. Tim Badan POM dari Direktorat Registrasi Pangan Olahan dipimpin oleh Kinarsashanti Puspitaninganindita, S.Si, Apt, MSc (Subkoordinator Subkelompok Substansi Registrasi Bahan Tambahan Pangan dan Bahan Penolong) beserta tujuh petugas evaluator, yang bertugas untuk melaksanakan evaluasi dan penilaian dokumen pendaftaran produk pangan yang telah diajukan oleh pelaku usaha di DIY yang dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 17-18 Maret 2022.
Kegiatan Pelayanan Registrasi Pangan Olahan selama 2 hari ini menghasilkan 61 Nomor Izin Edar (NIE) pangan baru, dan verifikasi akun lima perusahaan (meliputi penambahan jenis pangan, penambahan pabrik baru, dan pengajuan perubahan).
Dengan telah dikeluarkannya NIE ini, produk pangan tersebut telah mempunyai legalitas untuk diperjualbelikan di pasar offline maupun online. Produk-produk yang didaftarkan ini merupakan hasil sinergisme dan kolaborasi pendampingan antara BBPOM di Yogyakarta dengan beberapa instasi terkait yaitu Dinas Koperasi dan UKM DIY, Dinas Koperasi Kulonprogo, Dinas Pertanian DIY, Pusat Riset dan Proses Pangan - BRIN (PRTPP BRIN), Dinas Kesehatan Kab. Sleman, Dinas Perindag Gunungkidul, Program orang tua angkat (PT. Sari Husada dan PT Tiga Raksa Satria Tbk). *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMKM Jogja manfaatkan libur sekolah lewat bazar di Taman Pintar, targetkan kenaikan omzet hingga 70 persen.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Penggunaan BBM B50 aman untuk kendaraan diesel, namun pakar ITB mengingatkan beberapa komponen penting tetap harus rutin dicek.
Prediksi Inggris vs RD Kongo di 32 besar Piala Dunia 2026, lengkap dengan susunan pemain, analisis, dan prediksi skor terbaru.
Kemdiktisaintek meluruskan isu 60.000 camaba mundur. Data itu berasal dari evaluasi 2025, bukan kondisi penerimaan 2026.
Pemkab Sleman mulai rehabilitasi 8 SMP pada 2026. Enam sekolah sudah kontrak, sisanya menyusul dengan anggaran Rp1,54 miliar.