Advertisement

Minat Booster Warga di DIY Masih Rendah, Ini Penyebabnya...

Sunartono
Jum'at, 25 Maret 2022 - 23:27 WIB
Galih Eko Kurniawan
Minat Booster Warga di DIY Masih Rendah, Ini Penyebabnya... Ilustrasi Vaksin COVID-19. - FOTO ANTARA /Irwansyah Putra

Advertisement

Harianjogja.com. JOGJA—Perlambatan vaksinasi booster di DIY disebabkan karena masyarakat menganggap booster tidak menjadi syarat untuk mengakses suatu kegiatan maupun perjalanan. Namun, dengan adanya syarat booster untuk mudik diperkirakan persentase vaksinasi akan meningkat.

Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi DIY Sumadi mengakui adanya perlambatan masyarakat yang melakukan vaksinasi booster. Berbeda dengan saat vaksinasi dosis pertama dan kedua yang masyarakat sangat antusias.

Saat ini vaksinasi booster di DIY sudah mencapai angka 16,70% dari 2,87 juta sasaran per Kamis (24/3/2022). Terdiri remaja sebanyak 2.928 sudah divaksin, lasian 85.370, kemudian masyarakat umum 292.485, tenaga kesehatan 44.167 dan pelayan publik sebanyak 56.008 orang yang sudah dibooster.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Kalau dari survei kami ke masyarakat itu berkaitan dengan ketika kebijakan pemerintah [pusat] yang di layanan publik cukup dengan vaksinasi dosis kedua, seperti pelaku perjalanan. Kemudian masyarakat kurang greget untuk mengikuti booster,” katanya, Jumat (25/3/2022).

Sumadi berharap dengan adanya kebijakan baru dari pemerintah pusat bahwa syarat perjalanan mudik adalah booster, harapannya peminat dosis ketiga di DIY bisa meningkat. Sehingga unit layanan kesehatan di seluruh DIY memaksimalkan pelayanan untuk booster dan terus mengimbau agar segera melakukan vaksinasi dosis ketiga.

“Jelang mudik nanti kemungkinan akan meningkat yang mengajukan booster, maka kami maksimalkan pelayanan,” ujarnya.

Ia menyatakan DIY belum ada target khusus untuk waktu terselesaikannya booster, saat ini lebih mengedepankan agar masyarakat terlayani dengan baik serta mendapatkan sosialisasi pentingnya dosis ketiga. “Belum ada rencana penambahan sentra, karena selama ini sudah terselenggara di level kecamatan dan kelurahan. Kami akan gencarkan sosialisasi,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal

News
| Jum'at, 30 September 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement