46 Persen Perpustakaan Kalurahan Bantul Mati Suri, Ini Arahan Bupati
Sebanyak 46 persen perpustakaan kalurahan di Bantul dinyatakan tidak aktif. Bupati Halim instruksikan lima langkah strategis penguatan literasi desa.
Suasana di kedai CC Kopi di Bantul kota, beberapa waktu lalu/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul mengaku senang dengan menjamurnya warung-warung kopi atau coffeeshop di Bantul karena bisa menampung banyak tenaga kerja. Bahkan Pemkab masih membuka peluang usaha coffeeshop di Bumi Projotamansari.
Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo mengatakan saat ini sudah ada ratusan pengusaha yang membuka warung kopi di Bantul, namun masih terpusat di kawasan penyangga kota seperti Kapanewon Banguntapan, Sewon, dan Kasihan
Ia menyambut baik keberadaan investasi ini di mana bisa memberikan kontribusi yang sangat baik untuk pembangunan wilayah Bantul, terutama dari sisi rekrutmen tenaga kerjanya dengan melibatkan warga masyarakat Kabupaten Bantul.
“Seperti di wilayah Banguntapan itu satu Kapanewon saja bisa merekrut lebih dari 500 karyawan untuk warung kopi saja,” kata Joko, Kamis (1/4/2022). Joko berharap keberadaan warung kopi ini bisa menyatu dengan masyarakat, dan akan terjadi sebuah simbiosis mutualisme antara kepentingan masyarakat dengan kepentingan pengusaha atau investor.
Baca juga: Puluhan Botol Minuman Nanas Beralkohol Disita dari Warung Kopi Kulonprogo
Menurut Joko, investasi untuk warung kopi di Bantul sudah mencapai miliaran. Bahkan warung-warung kopi saat ini tidak hanya menjual kopi namun menjual suasana dan pemandangan, bahkan ada yang dipadukan dengan wahana permainan anak sehingga bisa menjadi tujuan keluarga untuk berlibur.
Ia mengaku sudah menyampaikan kepada investor maupun calon investor yang akan mendirikan warung kopi di Bantul, masih terbuka luas. Banyak tempat yang bisa dibangun dengan view yang indah. “Ketika dibangun dengan baik bisa menciptakan destinasi wisata, karena di Bantul banyak pegunungan yang memiliki view indah,” ucapnya.
Joko berharap pembangunan usaha warung kopi tidak hanya di pusat penyangga kota seperti Banguntapan, Sewon, dan Kasihan, namun masuk sampai wilayah pedalaman, terutama kawasan perbukitan dengan pemandangan yang bagus dari atas perbukitan. Harapannya dengan banyaknya warung kopi juga bisa mengangkat perekonomian masyarakat sekitar.
Salah satu warung kopi yang ada di Bantul kota adalah CC Kopi. Warung kopi dengan menawarkan pemandangan taman dan area sawah itu berdiri sejak September 2021 lalu. Selain menawarkan view atau pemandangan alam terbuka, menu makanan di CC Kopi juga cukup murah mulai dari harga Rp5.000-14.000.
“Sasaran pasar kami adalah keluarga karena banyak tamannya, tapi ada juga anak muda,” kata Manjer CC Kopi, Shafi Achmad. Ia juga menyediakan ruang pertemuan ber-AC bagi masyarakat yang akan mengadakan acara-acara.
Shafi mengatakan sengaja memilih lokasi café di Bantl kota karena peluangnya cukup tinggi. Selain belum ada pesaing juga dekat dengan pusat perkatoran sehingga banyak karwayan dan pegawai serta aparatur sipil negara (ASN) yang makan siang di kafenya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 46 persen perpustakaan kalurahan di Bantul dinyatakan tidak aktif. Bupati Halim instruksikan lima langkah strategis penguatan literasi desa.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengajak partai politik memperkuat kaderisasi perempuan guna meningkatkan keterwakilan politik perempuan di Indonesia.
Menpar Widiyanti memastikan kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu Yogyakarta menghadapi lonjakan wisatawan saat libur sekolah 2026.
Pemerintah mulai menerapkan aturan baru DHE SDA pada 1 Juni 2026. Eksportir nonmigas wajib menempatkan 100% devisa hasil ekspor di dalam negeri.
Badan Gizi Nasional menghentikan sementara 11 dapur MBG di Magetan karena sistem IPAL dinilai belum memenuhi standar pengelolaan limbah.
Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kian mengkhawatirkan. Lebih dari 900 kasus suspek dan 223 kematian dilaporkan.