Rektor Baru UII Prof Hari Purnomo Siapkan Kampus Hadapi Era Disrupsi
Profesor Hari Purnomo resmi dilantik sebagai Rektor UII dan menegaskan komitmen memperkuat mutu akademik, riset, serta tata kelola kampus.
Viral pemuda ketiduran saat salat id/Tangkapan layar TikTok
Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah peristiwa kocak yang membuat bibir tersenyum lebar menghiasi time line medsos saat momentum perayaan Lebaran 2022. Mulai dari seorang remaja yang ketiduran saat Salat Idulfitri hingga balita salah memilih ibu ketika berkumpul bersama keluarga.
Momentum itu pun terabadikan oleh kamera netizen yang membuat viral di media sosial terutama TikTok. Momentum terlucu pertama adalah video seorang balita salah memilih ibu. Video ini diunggah oleh akun TikTok @dwi handayani pada Senin (2/4/2022) dengan caption lain kali dihapalin ya emaknya. Di video tampak seorang balita sedang berusaha memeluk seorang wanita yang mengenakan kerudung coklat dan baju gamis dominan warna coklat motif warna perak dan berlian. Balita tersebut dengan percaya diri berusaha meminta ASI dengan berusaha meraih kancing baju karena dia mengira wanita yang dituju itu adalah ibunya.
"Ini bukan emak kamu," kata wanita tersebut dengan lirih sembari membelai dagu balita perempuan itu.
Baca juga: Aktris Mieke Wijaya Meninggal Dunia di Hari Kedua Lebaran
Barulah ibu asli dari balita tersebut terdengar memanggil. Anak balita itu pun menoleh dengan membandingkan wajah ibunya dengan wanita tersebut. Lalu meninggalkan wanita tersebut untuk beralih ke ibunya. Spontan saja seluruh isih rumah menjadi riuh ketika melihat balita perempuan lucu yang salah mendekati ibunya tersebut. Penyebab dari kejadian unik itu karena dalam satu keluarga tersebut mengenakan baju seragam lebaran dengan motif yang sama.
Video tersebut dikomentari 26.700 warganet kemudian ditonton lebih dari 26 juta kali, disukai 3 juta akun dan diteruskan 27.400 kali hanya dalam waktu 24 jam. Sebagian besar warganet merasa gemes karena tingkah lucu anak tersebut.
Tidur saat Salat
Kejadian lucu lainnya selama lebaran yang juga menghiasi time line for you page TikTok lainnya adalah sebuah video menampilkan seorang remaja tertidur pulas di atas sajadah dengan masih mengenakan baju salat. Video tersebut diunggah oleh akun @Cidelugpride pada Senin (2/4/2022). Akun ini mengunggah sebanyak tiga kali secara beruntun dengan jumlah penonton masing-masing di atas satu juta. Pada unggahan pertama tampak remaja mengenakan sarung dan baju koko atasan abu-abu tertidur pulas di atas sajadah di pinggir jalan.
Sementara jemaah lain telah membubarkan diri dari ritual salat Idulfitri tersebut. Puluhan jemaah menyaksikan saat melangkah meninggalkan lokasi salat sambil tertawa dan tersentum. Kemudian pada video kedua, terlihat seorang pria paruh baya mendekati dan menepuk-nepuk badan remaja itu agar terbangun. Saat bangun remaja tersebut pun harus menanggung malu dengan sedikit berlari menjauh sembari menenteng sajadah.
Video ini hingga Rabu (4/4/2022) ditonton 3,5 juta kali, disukai 197.900 akun dan dikomentari 2.615 akun. Peristiwa serupa sebenarnya juga terjadi dengan latar video dan lokasi berbeda yang juga menghiasi FYP Tiktok selama dua hari terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profesor Hari Purnomo resmi dilantik sebagai Rektor UII dan menegaskan komitmen memperkuat mutu akademik, riset, serta tata kelola kampus.
Rencana BI menaikkan remunerasi kas pemerintah dinilai dapat membantu menekan biaya utang negara dan menjaga stabilitas rupiah.
Marc Marquez menjuarai MotoGP Hungaria 2026 setelah mengalahkan Pedro Acosta. Kemenangan ini membuat peluangnya di klasemen semakin terbuka.
Jepang menyiapkan pengerahan SDF ke Selat Hormuz dengan tiga syarat utama, termasuk gencatan senjata AS-Iran dan penurunan ancaman keamanan.
Wamenaker Afriansyah Noor mendorong revisi UU UAP 1930 dan aturan K3 karena dinilai tidak lagi sesuai dengan perkembangan industri modern.
Kekurangan 33 Guru Pendamping Khusus di DIY masih terjadi. Sebanyak 51 SMA/SMK mengajukan kebutuhan GPK untuk mendukung sekolah inklusi.