OPINI: Apoteker Masa Depan Tidak Cukup Hanya Pintar tentang Obat
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN--Kasus pemaksaan wisatawan menggunakan jasa jip wisata diduga terjadi di Kaliadem, Sleman.
Pariwisata Kabupaten Sleman kembali tercoreng di media sosial. Kali ini kegaduhan datang lewat curhatan seorang sopir kendaraan sewaan, di laman Facebook Info Cegatan Jogja (ICJ).
Sang pengunggah cerita, Rendi Kurnia merupakan warga Kota Jogja sedang mengantar wisatawan asal Bengkulu, berkunjung ke Bunker Kaliadem di Kepuharjo, Cangkringan, pada Kamis (26/5/2022).
Kali pertama ia mengajak wisatawannya jalan-jalan ke kawasan Tlogo Putri. Tujuan berikutnya, pemilik akun Rendy Ndonk ini mengajak mereka untuk menyambangi Bunker Kaliadem.
BACA JUGA: Pedagang di Jogja Kini Susah Cari Hewan Ternak
Yang ia keluhkan, selanjutnya ia ungkapkan kala dihubungi wartawan lewat sambungan telepon.
"Saya kan naik. Tapi kurang sekitar 1,7 Km sampai di bunker, saya dicegat oleh seorang bapak-bapak, pakai kalung, usianya sekitar 50 tahun. Kalau cuma menawarkan [naik] jip tidak masalah. Tapi dia memaksa supaya naik jip," ujarnya, seperti dikutip dari Suara.com-jaringan harianjogja.com.
Orang yang ia temui itu, memaksanya supaya memarkir mobil yang ia kendarai di tempat tersebut. Selanjutnya, bila rombongan ingin melanjutkan perjalanan ke Bunker Kaliadem, maka harus menyewa jip atau sewa ojek sepeda motor dengan ongkos Rp50.000.
"Saya sempat bertanya alasannya. Tapi orang tersebut tetap memaksa. Jika parkir di tempat itu, otomatis penumpang kecewa karena jaraknya cukup jauh, apalagi kondisinya hujan," tuturnya.
Melihat situasi yang membuatnya bertanya-tanya, kemudian Rendy turun dan bertanya kepada petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Kaliadem. Tetapi, petugas yang ditanya justru menjawab kurang mengetahui kebijakan
"Penumpang saya sudah kecewa. Akhirnya pergi wisata ke Parangtritis, Bantul," kata dia.
Saat ditanyai perihal kegaduhan di media sosial ini, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono mengaku sudah mengetahui kejadian yang viral tersebut.
"Saya sudah komunikasi dengan Lurah, Panewu dan Kapolsek. Karena kejadiannya sudah beberapa kali berulang dan oknum yang melakukan sama. Harapannya dikomunikasikan di tingkat wilayah, agar lebih manjur," ungkapnya.
Suparmono memastikan kendaraan wisatawan baik mobil maupun motor tidak ada larangan sampai ke bunker Kaliadem, selagi situasi Merapi aman.
Apabila ada oknum yang mencegat parkir dan memaksa wisatawan menyewa jip maupun sepeda motor untuk ke Bunker Kaliadem, Dinas Pariwisata Sleman tidak akan menoleransi dan tidak segan mengambil langkah tegas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Media Kanada menyoroti keberanian John Herdman membawa mentalitasnya saat melatih Kanada ke Timnas Indonesia hingga meraih gelar FIFA ASEAN Cup.
Prabowo ikut merayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Selebrasinya disebut ala Power Ranger
HP panas dan baterai cepat habis belum tentu spyware. Kenali tanda lain, cara memeriksa, menghapus, dan mencegah spyware di ponsel.
DPRD Kulonprogo meminta kontribusi tambang dievaluasi. Realisasi pajak MBLB 2026 baru Rp1,16 miliar dari target Rp2,4 miliar.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam ajang Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026.