Gugatan Perdata Penipuan Jual Beli Perusahaan Masuk Mediasi di Bantul
Gugatan perdata kasus dugaan penipuan jual beli perusahaan di Bantul memasuki mediasi, tetapi tergugat menolak menempuh jalur damai.
Pemeriksaan PMK di tempat penampungan ternak Dagan, Murtigading, Sanden, Rabu (18/5/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA--Para pedagang hewan ternak di Jogja mengaku kesulitan mencari barang dagangan lantaran terdampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal ini disebabkan ditutupnya sejumlah pasar hewan ternak serta kontrol yang ketat terhadap lalu lintas hewan antardaerah.
Salah seorang pedagang ternak di Jogja, Akbar Hutama mengatakan, para pedagang selama ini memang mencari hewan ternak ke luar daerah. Hal ini disebabkan pasokan dari dalam Jogja tidak mencukupi. Dengan mewabahnya PMK otomatis hewan ternak sulit dicari.
"Harganya enggak karuan, karena pasaran tutup. Padahal kan Muntilan, Magelang, atau Temanggung, itu pusat kulakan. Kalau sekarang ditutup, dagangan enggak ada. Mahal dan minim pasokan," kata Akbar, Kamis (26/5/22).
Dia menyebut, meskipun barang tersedia namun harga yang ditawarkan kurang masuk akal dan terlampau tinggi. Padahal, hari raya kurban masih jauh hari. Kondisi ini tentu membuat para pedagang hewan ternak mesti memutar otak.
BACA JUGA: Kamar Hotel di DIY Masih Penuh
"Sekarang jadinya beli mahal dan jual mahal. Rata-rata di atas Rp2 juta, padahal Iduladha masih lebih dari satu bulan. Dibandingkan tahun lalu keuntungannya turun, sekarang dapat Rp100.000-Rp150.000 sudah bagus," katanya.
Pihaknya memperkirakan kondisi harga baru akan turun pada saat menjelang perayaan hari raya kurban. Hanya saja pedagang tentu memikirkan risiko jika menjual mepet di hari raya karena berpotensi tidak laku.
Namun begitu, masyarakat diperkirakan akan menjatuhkan pilihan pada pedagang hewan ternak dadakan yang muncul di kawasan kota jika pasar hewan ditutup lantaran wabah PMK yang terus beralarut.
"Kita lihat dulu bagaimana perkembangan PMK ini. Kalau pasar-pasar hewan itu benar-benar lockdowon, otomatis daya tarik pembelian hewan di pedagang di kota bakal semakin tinggi itu nanti, khususnya dekat lebaran meskipun omzet kecil," pungkasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Suyana memastikan bahwa, pasokan dan ketersediaan hewan ternak tidak terganggu dengan adanya wabah PMK. Adapun kebutuhan daging sapi di Jogja berkisar antara 600-1.000 kilogram per hari.
"Kami terus memantau terkait dengan kondisi hewan dan dipastikan bahwa ketersediaan aman," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gugatan perdata kasus dugaan penipuan jual beli perusahaan di Bantul memasuki mediasi, tetapi tergugat menolak menempuh jalur damai.
Banggar DPR memproyeksikan defisit APBN 2026 melebar menjadi Rp734,3 triliun atau 2,85% dari PDB, lebih tinggi dari target APBN.
Sepekan TPA Banyuroto menolak sampah organik, DLH Kulonprogo masih menemukan warga yang belum memilah sampah dan membuangnya ke depo pasar.
Presiden Prabowo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada PM India Narendra Modi atas kontribusinya memperkuat hubungan kedua negara.
Bakom menyebut buku Presiden Solusi menjadi rekap sementara implementasi janji kampanye Presiden Prabowo dan akan terus diperbarui.
Sebanyak 1.500 buruh akan demo di Kemenkeu pada 9 Juli 2026 menuntut pajak pencairan JHT menjadi 0% beserta tiga tuntutan perpajakan lainnya.