Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Foto ilustrasi petugas loket melayani peserta BPJS Kesehatan. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 159.707 peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan PBI di DIY dinonaktifkan pada awal 2026. Dinas Sosial (Dinsos) DIY meminta warga yang masih memenuhi kriteria segera mengurus reaktivasi PBI BPJS KESEHATAN agar kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional tetap aktif.
Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan tersebut tersebar di lima kabupaten/kota dengan rincian:
Sementara jumlah PBI BPJS Kesehatan aktif di DIY tercatat sebanyak 1.608.624 orang.
Kepala Dinsos DIY, Endang Patmintarsih, mendorong masyarakat untuk segera mengurus reaktivasi melalui Dinas Sosial kabupaten/kota.
“Harapan saya masyarakat segera mereaktivasi ke Dinas Sosial kabupaten/kota,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, peserta tetap bisa mengaktifkan kembali kepesertaan sepanjang masih masuk dalam desil 1–5 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). “Sepanjang dia masuk desil 1-5 pasti bisa diaktifkan kembali,” katanya.
Endang juga memastikan proses reaktivasi tidak menghambat pelayanan kesehatan darurat. “Bisa disusulkan,” ungkapnya.
Merujuk laman resmi BPJS Kesehatan, peserta PBI BPJS Kesehatan nonaktif memiliki dua opsi, yakni:
Pendaftaran sebagai peserta mandiri dapat dilakukan melalui WhatsApp Pandawa BPJS Kesehatan di nomor 08118165165 dengan memilih menu administrasi, mengklik tautan yang dikirimkan, lalu memilih fitur Pengaktifan Kembali Status Kepesertaan dan mengikuti persyaratan yang diminta.
Pada laman resmi tersebut juga dijelaskan bahwa penonaktifan PBI BPJS Kesehatan oleh Kementerian Sosial bertujuan memastikan bantuan iuran tepat sasaran. Kuota peserta yang dinonaktifkan langsung diisi oleh penerima yang benar-benar berhak berdasarkan DTSEN. Hingga kini, pemerintah menanggung lebih dari 96 juta masyarakat sebagai Peserta PBI dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
FWA 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan baru internet rumah di Indonesia dengan kualitas mendekati FTTH dan menjangkau wilayah minim fiber.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.