Advertisement
DPKP DIY Gelar Gerakan Pangan Murah di Delapan Titik hingga Maret 2026
Beberapa warga sedang mengikuti pasar murah di Balai Kalurahan Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul pada Kamis (7/3/2024). Pasar murah tersebut merupakan kerja sama dengan Bulog dalam rangka mengendalikan bahan pokok menjelang dan selama bulan puasa. - ist - Dinas Perdagangan Gunungkidul
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dijadwalkan berlangsung di delapan lokasi selama Februari hingga Maret 2026. Program ini digulirkan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
Kepala DPKP DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan GPM merupakan agenda rutin pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, terutama di tengah fluktuasi harga pasar yang kerap terjadi pada periode tertentu.
Advertisement
“Melalui GPM 2026, masyarakat diharapkan bisa memperoleh kebutuhan pangan berkualitas dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar pada umumnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Aris, penyelenggaraan GPM juga menjadi langkah konkret Pemda DIY dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus menekan laju inflasi. Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk memperpendek rantai distribusi dengan mempertemukan langsung produsen pangan, kelompok tani, serta pelaku usaha pangan dengan konsumen.
BACA JUGA
Dalam GPM 2026, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok atau sembako, antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, bawang putih, serta aneka produk pangan lainnya. Seluruh komoditas tersebut dijual dengan harga di bawah harga pasar, tanpa mengesampingkan aspek kualitas dan keamanan pangan.
Delapan lokasi pelaksanaan GPM 2026 meliputi Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulonprogo pada 10 Februari; Kalurahan Sindumartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman pada 12 Februari; halaman Masjid Nurul ‘Ashri Deresan, Caturtunggal, Sleman pada 15 Februari; serta Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Sleman pada 19 Februari.
Selanjutnya, GPM digelar di Plawongan, Argomulyo, Sedayu, Bantul pada 24 Februari; Kalurahan Gerbosari, Samigaluh, Kulonprogo pada 26 Februari; halaman Masjid Baiturahman Karangwaru, Tegalrejo, Kota Jogja pada 12 Maret; dan halaman Kantor DPKP DIY pada 13 Maret.
“Delapan titik ini dipilih secara strategis agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Dengan jadwal yang tersebar sepanjang Februari hingga Maret, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk memanfaatkan program ini sesuai lokasi terdekat,” kata Aris.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap Gerakan Pangan Murah setiap tahunnya tergolong tinggi. DPKP DIY berharap program ini dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga ketersediaan pangan yang aman dan terjangkau.
DPKP DIY juga mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal saat pelaksanaan GPM 2026 agar kebutuhan pangan dapat terpenuhi secara optimal. Masyarakat turut diingatkan untuk membawa kantong belanja sendiri sebagai dukungan terhadap pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 7 Februari 2026, Lengkap dari Palur-Tugu
- Dinsos Sleman Fasilitasi Puluhan Dokumen Kependudukan Warga Marginal
- GWU 12 Kembali Digelar, Hadirkan Strategi Tangguh untuk Pengusaha
- SIM Keliling Gunungkidul 7 Februari 2026, Perpanjangan SIM Lebih Mudah
- Bus KSPN Malioboro-Baron Kembali Layani Wisatawan, Ini Jadwal Sabtu
Advertisement
Advertisement




