Advertisement
DKUKMPP Bantul Imbau UMKM Kuliner Belanja Bijak Saat Nataru
Pedagang tengah menunggu pembeli di Pasar Bantul, Selasa (9/5/2023). Harga jual cabai di pasar tradisional anjlok setelah Lebaran di angka Rp20.000-Rp30.000 per kg - Harian Jogja/Yosef Leon
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul meminta UMKM kuliner berbelanja bahan baku sesuai kebutuhan agar harga tetap stabil.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, menegaskan bahwa ketersediaan bahan pokok di wilayah Bantul saat ini dalam kondisi aman dan terkendali. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan rutin setiap hari di berbagai pasar rakyat.
Advertisement
Prapta menjelaskan bahwa aksi borong bahan baku oleh pengusaha kuliner justru berpotensi memicu kelangkaan di pasar yang berujung pada kenaikan harga.
“Stok kami prediksi aman dan cukup. Kami minta pelaku usaha rumah makan, usaha roti, hingga UMKM kuliner lainnya agar belanja bijak sesuai kebutuhan. Ini penting agar distribusi tetap lancar dan stok di pasar tetap terjaga,” ujar Prapta, Senin (22/12/2025).
BACA JUGA
Mengenai intervensi pasar, Prapta menyebutkan belum ada rencana operasi pasar tambahan dalam waktu dekat karena kegiatan tersebut sudah dilakukan pada awal Desember. Namun, koordinasi terus dilakukan untuk memantau fluktuasi harga di lapangan.
Tren Harga Cabai Mulai Menurun
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKUKMPP Bantul, Zona Paramitha, menambahkan bahwa beberapa komoditas yang sempat melonjak akibat cuaca ekstrem kini mulai stabil. Salah satunya adalah cabai rawit merah.
“Harga cabai kemarin sempat naik karena faktor cuaca, tetapi minggu ini sudah mulai turun di kisaran Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram,” jelas Zona.
Sementara itu, harga komoditas pokok lainnya terpantau stabil adalah beras medium (Rp13.000 per kilogram), beras premium (Rp14.000 per kilogram), dan daging ayam yang masih stabil harganya.
Selain bahan pangan, DKUKMPP Bantul juga memberikan jaminan terkait ketersediaan gas LPG 3 kilogram. Pemerintah telah mengajukan penambahan kuota untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha selama libur panjang akhir tahun.
“Kami berharap momentum Nataru menjadi peluang bagi UMKM kuliner di Bantul untuk meningkatkan pendapatan. Wisatawan akan banyak berkunjung, jadi tetaplah jaga harga yang wajar dan berikan pelayanan terbaik,” pungkas Prapta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Imbas Konflik Timur Tengah, Philippine Airlines Terpaksa Setop 5 Rute
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- TKP Eks Menara Kopi Jogja Diserbu Bus Wisata Selama Libur Lebaran
- Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Buka Hingga 22.00 WIB, Urai Arus Balik
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
- Okupansi Hotel Jogja Turun, Turis Lebaran Pilih Menginap di Kerabat
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
Advertisement
Advertisement







