Advertisement

Penurunan Angka Stunting Sesuai Target Nasional Bisa Dicapai Lebih Cepat di Gunungkidul

David Kurniawan
Selasa, 14 Juni 2022 - 12:17 WIB
Budi Cahyana
Penurunan Angka Stunting Sesuai Target Nasional Bisa Dicapai Lebih Cepat di Gunungkidul Ilustrasi makanan bergizi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, WONOSARI–Pemkab Gunungkidul terus berupaya menurunkan angka stunting. Diharapkan tahun ini jumlahnya menjadi 14% atau turun 1,75% dibandingkan 2021 lalu.

Apabila terpenuhi, target Pemerintah Pusat bisa tercapai lebih cepat. Pemerintah menargetkan stunting 14% dicapai di 2024 mendatang. Saat ini, angka stunting nasional di 2021 sebesar 24,4%, sedangkan untuk Gunungkidul 15,75%.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Gunungkidul Diyah Prasetyorini mengatakan upaya penanggulangan terus dilakukan agar bayi yang mengalami gizi buruk dapat dikurangi.

“Tahun ini stunting bisa turun menjadi 14%,” kata Diyah kepada wartawan, Selasa (14/6/2022).

Guna mencapai target ini, ia mengakui butuh kerja keras dan tanggung jawab semua pihak. Seluruh organisasi perangkat daerah dan masyarakat harus berpartisipasi dalam mencapai target ini.

“Sudah ada Peraturan Bupati No.49/2020 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan ini menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan,” katanya.

Dia menjelaskan, upaya penurunan dilakukan dalam beberapa program. Namun demikian, secara garis besar ada dua, yakni program intervensi sensitif dan intervensi spesifik.

Menurut Diyah, intervensi spesifik lebih fokus kepada petugas kesehatan yang langsung menyentuh kelompok sasaran dengan program kerja penanggulangan. Intervensi sensitif lebih condong kepada partisipasi dari peran masyarakat dan pihak ketiga di dalam penurunan angka stunting. “Memang harus lintas sektoral dan semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mengatakan jawatannya ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan stunting. Salah satunya dengan pengembangan padi inpari IR Nutrizinc.

Menurut dia, dari sisi kualitas varietas ini masuk bibit unggul. Beras yang dihasilkan kaya gizi khususnya ZN untuk mencegah terjadinya stunting. Berdasarkan penelitian yang ada, bayi kerdil atau stunting terjadi karena kurangnya konsumsi gizi ZN.

Advertisement

“Kalau beras biasa kandungan ZN hanya 20%, maka untuk Inpari Nutrizinc bisa lebih dari 34,5%. Sedangkan untuk kandungan kabohidrat juga lebih rendah hanya sekitar 16%,” kata Rismiyadi.

Di tahap awal, padi Inpar IR Nutrizinc sudah ditanam Kalurahan Nglegi, Patuk, Kalurahan Beji, Patuk dan Kapanewon Ponjong. Ia mengakui sudah memiliki perencanaan untuk menanam di seluruh kalurahan. Sebagai gambaran dengan menyiapkan lahan satu hektare di masing-masing kalurahan, maka dapat menghasilkan beras anti stuting sebanyak 1.000 ton gabah kering giling.

“Untuk varietas tidak ada masalah karena cocok ditanam di Gunungkidul yang didominasi ladang tadah hujan. Jadi, lahan bukan menjadi masalah karena tetap bisa dikembangkan,” katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Jogjapolitan | 12 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kena Covid, Korea Utara Salahkan Balon Udara dari Korea Selatan

News
| Sabtu, 02 Juli 2022, 16:27 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement