Advertisement

Pengin Tahu Lokasi Wisata Favorit Wisman di Jogja, Ini Dua Lokasi Kegemaran Bule

M Faisal Nur Ikhsan
Kamis, 07 Juli 2022 - 22:37 WIB
Arief Junianto
Pengin Tahu Lokasi Wisata Favorit Wisman di Jogja, Ini Dua Lokasi Kegemaran Bule Suasana Jalan Malioboro, Yogyakarta - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA –- Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di DIY memberikan angin segar bagi pengusaha hotel di wilayah tersebut. Berikut dua lokasi atau tempat menginap favorit turis asing di DIY.  

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mencatat 25%-30% okupansi kamar hotel di wilayah tersebut diisi oleh para wisman yang melancong.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Wisman kebanyakan masih dari Asia Tenggara dan Eropa. ASEAN yang paling banyak dari Malaysia dan Singapura. [Turis] Eropa dari Belanda, itu sudah masuk,” kata Deddy, Kamis (7/7/2022).

BACA JUGA: Dieng Culture Festival 2022 Digelar September 2022

Deddy menjelaskan bahwa kawasan Prawirotaman dan Sosrowijayan masih menjadi lokasi favorit para wisman untuk menginap. Setidaknya, wisman yang menginap menghabiskan waktu rata-rata empat sampai enam hari untuk berwisata di Yogyakarta dan sekitarnya. 

Menurutnya, hal itu terbalik dengan pola yang dulu. Biasanya para turis asing menginap di Bali lebih lama. Namun, kini wisman hanya menghabiskan waktu di Bali semalam.

"Sekarang direct flight dari Malaysia dan Singapura ini kan sudah ada. Dari Jakarta juga ada yang langsung ke YIA [Yogyakarta International Airport]. Ini membawa harapan yang cukup cerah bagi DIY, walaupun posisi PHRI masih belum baik-baik saja,” ucap Deddy.

Deddy menyebutkan bahwa kenaikan tarif dasar listrik serta bahan baku restoran memberikan beban tersendiri bagi para pengusaha. Baik di sektor hotel maupun restoran, beban operasional dilaporkan mengalami kenaikan yang signifikan.

Advertisement

“Kami tidak bisa menaikkan harga. Kami masih publish rate 2019. Padahal seharusnya untuk harga sudah naik di kisaran 10-15 persen,” jelasnya.

Menurut dia, pengusaha sektor pariwisata masih enggan menaikkan harga dengan pertimbangan daya beli masyarakat dalam negeri. Pasalnya, meskipun kunjungan wisman mengalami peningkatan, DI Yogyakarta masih banyak bergantung pada kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) yang secara jumlah masih lebih banyak.

“Masyarakat sendiri daya belinya masih rendah. Kita juga mengetahui hal itu. Makanya kami jaga untuk tidak rugi, tapi masih ada keuntungan walau sedikit. Kami ingin recovery terlebih dulu,” ucap Deddy ketika dihubungi Bisnis melalui sambungan telepon.

Advertisement

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke DIY pada Mei 2022 meningkat hingga enam kali lipat lebih. Pada periode Januari-Mei 2022, dilaporkan kunjungan wisman ke DIY mencapai 295 kunjungan.

Pada perkembangan lainnya, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di wilayah tersebut pada bulan Mei 2022 mengalami kenaikan sebesar 40,03 poin (mtm). Dilaporkan ada 679.851 tamu yang menginap. Dari jumlah tersebut 2.678 tamu merupakan wisman yang melancong ke DIY.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Digadang-gadang Jadi Cawapres Ganjar, Begini Reaksi Erick Thohir

News
| Senin, 05 Desember 2022, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement