Advertisement

Jemaah Salat Iduladha di Sleman Diminta Tetap Pakai Masker

Anisatul Umah
Kamis, 07 Juli 2022 - 19:27 WIB
Arief Junianto
Jemaah Salat Iduladha di Sleman Diminta Tetap Pakai Masker Ilustrasi Salat Id. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN -- Takmir sejumlah masjid di Sleman meminta jemaahnya tetap memakai masker saat menjalankan ibadah salat Iduladha. Seperti di Masjid Kampus UGM dan Masjid Pathok Negoro Plosokuning.

Ketua Takmir Maskam UGM, Rizal Mustansyir mengatakan salat Iduladha 1443 Hijriah di Masjid Kampus UGM bekerja sama dengan Mardliyyah Islamic Center (MIC) diselenggarakan di lapangan Pancasila, depan Grha Sabha Pramana (GSP) pada Minggu (10/7/2022).

BACA JUGA: Sidak di 25 Restoran Jakal dan Jalan Godean, Pertamina: Banyak Resto Pakai Gas Melon

Area salat Iduladha di Lapangan Pancasila memiliki daya tampung jemaahnya sekitar 10.000 sampai 15.000 orang. Lantaran pandemi Covid-19 belum berakhir maka jemaah diminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

"Jemaah kami minta tetap mengenakan masker dan membawa perangkat salat dari rumah masing-masing. Panitia menyediakan hand sanitizer," ucapnya kepada Harianjogja.com, Kamis (7/7/2022).

Menurutnya, jemaah diminta untuk membawa sajadah masing-masing. Salat di Maskam UGM akan diimami oleh Labib Ezzat Zulfikar, dan khatib Mukhtasar Syamsuddin.

"Penyembelihan hewan kurban sementara sama dengan tahun lalu, empat ekor sapi plus dua kambing. Satu dari rektorat, satu dari BSI, yang dua dari shohibul qurban, termasuk dari Anies Baswedan," paparnya.

Pemeriksaan Ternak

Sementara Takmir Masjid Pathok Negoro Plosokuning, M. Kamaluddin Purnomo mengatakan salat Iduladha di masjidnya juga akan digelar pada Minggu. Diperkirakan jemaah yang hadir sekitar 2.500 orang. "Tempat masjid, halaman sampai ke jalan. Protokol kesehatan wajib pakai masker," ucapnya.

Karena masih ada kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) dia sebut akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter hewan sebelum disembelih.  "Ya biasanya sapi 12 ekor [hewan kurban] sampai hari ini baru sembilan ekor," lanjutnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Reformasi Birokrasi Ala Kalurahan Pleret

Reformasi Birokrasi Ala Kalurahan Pleret

Jogjapolitan | 48 minutes ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Alasan Polisi Enggan Beberkan Motif Pembunuhan Brigadir J

News
| Kamis, 11 Agustus 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Jajal Keseruan Flying Fox Ledok Sambi, Solusi bagi yang Malas Lewat Tangga

Wisata
| Kamis, 11 Agustus 2022, 13:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement