Advertisement

Masyarakat Diminta Pakai Masker Lagi, Epidemiolog: Tepat

Bernadheta Dian Saraswati
Sabtu, 16 Juli 2022 - 11:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Masyarakat Diminta Pakai Masker Lagi, Epidemiolog: Tepat Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah belum lama ini kembali mengimbau masyarakat Indonesia untuk kembali memakai masker sekalipun berada di luar ruangan. Sebelumnya, pemerintah melakukan pelonggaran terhadap pemakaian masker di luar ruangan. Saat beraktivitas di luar ruangan masyarakat diperbolehkan tidak memakai masker.

Epidemiolog UGM, dr. Bayu Satria Wiratama, M.P.H., menilai keputusan yang diambil oleh pemerintah tepat untuk kembali melakukan pengetatan pemakaian masker. Terlebih melihat lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Dengan adanya tren sedikit peningkatan kasus saat ini, saya rasa sudah tepat imbauannya untuk tetap menggunakan masker terutama didalam ruangan,” ucapnya, Kamis (14/7).

Menurutnya penggunaan masker sangat krusial saat berada di keramaian, dalam ruangan seperti sekolah, kantor tempat ibadah, maupun transportasi publik. Sebab, pada lokasi-lokasi tersebut berisiko tinggi terjadinya penularan apabila terdapat orang yang terinfeksi Covid-19 di lokasi yang sama.

Baca juga: Ganjar Satu Suara dengan Perintah Presiden Jokowi soal Penggunaan Masker di Luar Ruangan

Bayu menyebutkan faktor utama kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini karena mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Namun di sisi lain kebiasaan penggunaan masker menurun, terutama di dalam ruangan termasuk transportasi publik dan tempat ibadah.

“Selain itu juga ditunjang dengan adanya beberapa masyarakat yang menganggap enteng gejala Covid-19 dan terkait juga dengan angka vaksinasi yang cenderung melambat bahkan untuk dosis lengkap,” imbuhnya

Guna menekan kasus Covid-19, Bayu menyebutkan pentingnya peningkatan angka vaksinasi dosis lengkap dan booster. Pasalnya, infeksi Covid-19 tidak bisa dicegah dengan sempurna namun tetap bisa mencegah keparahan yang ditimbulkan dengan vaksin.

“Karena mencegah infeksi tidak bisa dengan vaksin saja tapi harus dengan 3M terutama masker. Vaksin lebih ke menurunkan risiko keparahan sehingga harapannya kalaupun lalai dengan masker dan terinfeksi Covid-19 maka tidak sampai parah,”pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Curhat Mensos Risma Ke DPR, Bansos Rp412 Miliar Diblokir Sri Mulyani

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement