Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Foto ilustrasi: Sampel darah untuk pengujian virus corona./ REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman mewaspadai potensi kenaikan kasus Covid-19 pada saat libur akhir tahun. Untuk pencegahan di setiap destinasi wisata diminta untuk Kembali memperkuat CHSE.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zahid mengatakan jelang libur akhir tahun ada tren kenaikan kasus penularan Covid-19. Hal ini harus menjadi perhatian agar kenaikan tidak terjadi di Sleman.
Menurut dia, sudah ada langkah antisipasi pencegahan. Salah satunya dengan membuat edaran selama liburan berlangsung. Salah satunya meminta pengelola destinasi wisata untuk Kembali memperkuat CHSE sebagai upaya pencegahan penularan corona.
“Tidak mungkin lagi untuk menjaga jarak karena aturan protokol kesehatan sudah dicabut. Jadi, kami minta agar CHSE di wisata diperkuat,” katanya kepada wartawan, Rabu (20/12/2023).
Baca Juga:
Dinkes Sleman Siapkan Strategi untuk Menekan Covid-19
Gawat! Kasus Covid-19 di Sleman Naik tapi Vaksin Susah Didapatkan
Pandemi Covid-19 Usai, Sidang Tatap Muka Kembali Digelar di PN Sleman
Diketahui CHSE merupakan sertifikast yang dikeluarkan untuk memastikan keselamatan dan Kesehatan di lingkungan wisata, baik untuk pekerja maupun wisatawan. Ishadi mengungkapkan penguatan bisa dilakukan dengan menyediakan fasilitas tempat cuci tangan berfungsi dengan baik.
“Untuk pemakaian masker dikhususnya bagi yang sedang sakit,” katanya.
Adapun tentang masker ada pengecualian untuk area wisata di sekitaran Gunung Merapi. Ishadi mengatakan pengelola wisata seperti lava tour atau yang lain wajib menyediakan masker.
Hal ini sebagai antisipasi erupsi yang mengarah ke wilayah Sleman sehingga bisa langsung diberikan ke pengunjung. “Yang tak kalah penting harus tetap menjaga jarak aman dan sudah ada aplikasi untuk memantau erupsi Merapi sehingga bisa dimanfaatkan demi keamanan,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menambahkan pada saat libur akhir tahun kunjungan wisata akan mengalami lonjakan yang signifikan. Oleh karenanya, ia meminta kepada pelaku wisata agar ikut menjaga citra priwisata di Kabupaten Sleman agar tetap baik.
Ia pun mengimbau kepada pedagang agar tidak mematok harga sembarangan. Kustini tidak mempermasalahkan adanya kenaikan harga, namun masih dalam batas kewajaran.
“Agar tidak ada kesan nuthuk, pedagang wajib mencantumkan harga. Jadi, saat membeli sudah tahu sehingga tidak merasa ditipu karena harga yang tidak wajar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.