Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Foto ilustrasi: Sampel darah untuk pengujian virus corona./ REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman mewaspadai potensi kenaikan kasus Covid-19 pada saat libur akhir tahun. Untuk pencegahan di setiap destinasi wisata diminta untuk Kembali memperkuat CHSE.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zahid mengatakan jelang libur akhir tahun ada tren kenaikan kasus penularan Covid-19. Hal ini harus menjadi perhatian agar kenaikan tidak terjadi di Sleman.
Menurut dia, sudah ada langkah antisipasi pencegahan. Salah satunya dengan membuat edaran selama liburan berlangsung. Salah satunya meminta pengelola destinasi wisata untuk Kembali memperkuat CHSE sebagai upaya pencegahan penularan corona.
“Tidak mungkin lagi untuk menjaga jarak karena aturan protokol kesehatan sudah dicabut. Jadi, kami minta agar CHSE di wisata diperkuat,” katanya kepada wartawan, Rabu (20/12/2023).
Baca Juga:
Dinkes Sleman Siapkan Strategi untuk Menekan Covid-19
Gawat! Kasus Covid-19 di Sleman Naik tapi Vaksin Susah Didapatkan
Pandemi Covid-19 Usai, Sidang Tatap Muka Kembali Digelar di PN Sleman
Diketahui CHSE merupakan sertifikast yang dikeluarkan untuk memastikan keselamatan dan Kesehatan di lingkungan wisata, baik untuk pekerja maupun wisatawan. Ishadi mengungkapkan penguatan bisa dilakukan dengan menyediakan fasilitas tempat cuci tangan berfungsi dengan baik.
“Untuk pemakaian masker dikhususnya bagi yang sedang sakit,” katanya.
Adapun tentang masker ada pengecualian untuk area wisata di sekitaran Gunung Merapi. Ishadi mengatakan pengelola wisata seperti lava tour atau yang lain wajib menyediakan masker.
Hal ini sebagai antisipasi erupsi yang mengarah ke wilayah Sleman sehingga bisa langsung diberikan ke pengunjung. “Yang tak kalah penting harus tetap menjaga jarak aman dan sudah ada aplikasi untuk memantau erupsi Merapi sehingga bisa dimanfaatkan demi keamanan,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menambahkan pada saat libur akhir tahun kunjungan wisata akan mengalami lonjakan yang signifikan. Oleh karenanya, ia meminta kepada pelaku wisata agar ikut menjaga citra priwisata di Kabupaten Sleman agar tetap baik.
Ia pun mengimbau kepada pedagang agar tidak mematok harga sembarangan. Kustini tidak mempermasalahkan adanya kenaikan harga, namun masih dalam batas kewajaran.
“Agar tidak ada kesan nuthuk, pedagang wajib mencantumkan harga. Jadi, saat membeli sudah tahu sehingga tidak merasa ditipu karena harga yang tidak wajar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.