Serangan Monyet Liar di Tepus Gunungkidul Makin Masif, Petani Resah
Serangan monyet ekor panjang di Tepus Gunungkidul makin masif, petani resah dan minta solusi untuk lindungi hasil panen.
Desa Wisata Pentingsari di Kalurahan Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. - jogjaprov.go.id
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengelola Desa Wisata Pentingsari di Kalurahan Umbulharjo, Cangkringan, Sleman berupaya keras untuk menyuguhkan pengalaman berwisata yang berkesan. Hal ini mengingat tidak adanya objek wisata tertentu yang bisa menjadi magnet wisatawan untuk datang.
Wisatawan yang menginap dan berkunjung akan merasakan wisata berbasis pengalaman yang diupayakan dengan pelayanan dan kenyamanan agar mereka betah.
Marketing Desa Wisata Pentingsari, Bayu Indra Wijaya mengatakan, desa wisata yang dikelola hanya mencakup satu padukuhan di Kalurahan Umbulharjo. Keberadannya juga berada di lereng Merapi karena hanya berjarak 12 kilometer dari gunung tersebut.
“Kami juga tidak memiliki objek wisata yang jadi daya tarik pengunjung karena yang ditawarkan hanya kehidupan layaknya orang desa. Oleh karena itu, kami kembangkan paket live in ke pengunjung yang kebanyakan anak sekolah,” kata Bayu, Senin (30/12/2024).
Dia menjelaskan, konsep yang dikembangkan desa wisata Pentingsari adalah pengalaman tinggal di rumah-rumah warga atau homestay. Total ada sekitar 80 homestay yang dikelola Masyarakat di empat RT di Padukuhan Pentingsari.
Selain itu, pengunjung juga diajak beraktivitas seperti menanam padi, menangkap ikan seperti aktivitas warga. Untuk seni, pengunjung diajak membuat batik, berlatih menari.
“Kami juga ajak pengunjung praktik membuat jamur krispi, kopi hingga wedang rempah sehingga banyak pengalaman yang diperoleh saat berkunjung,” katanya.
Menurut dia, pelayanan menjadi kunci untuk menggaet pengunjung di desa wisata yang terbentuk di 2008 lalu. Kepercayaan dari pengunjung bisa mendatangkan wisatawan secara berkala sehingga tidak terpatok pada musim libuaran seperti akhir tahun ini.
Bayu bercerita saat terjadi erupasi Merapi 2010 juga menerima rombongan pengunjung dari salah satu sekolah di Surabaya. Peristiwa ini sempat menimbulkan rasa pesimistis karena Dusun Pentingsari juga beradan di zona rawan erupsi.
Meski demikian, sambung dia, berkat kesigapan pengelola untuk mengevakuasi para pengunjung membuat kepercayaan dari sekolah meningkat sehingga setiap tahun rutin berkunjung ke Pentingsari. “Pelayanan yang baik dan rasa aman dan kepercayaan ini yang coba terus dibangun untuk meningkatkan kunjungan,” katanya.
Di sisi lain, upaya peningkatan fasilitas di homestay untuk kenyamaan pengunjung juga terus dilakukan. Salah satunya terus berupaya memenuhi standarisasi di ASEAN dengan menyediakan toilet duduk di setiap homestay.
BACA JUGA: Ratusan Warga Gunungkidul Suspek Chikungunya
Meski belum semuanya, namun Bayu mengakui sudah ada upaya dari pengelola menyediakan fasilitas tersebut.
“Setiap tahun juga ada lomba homestay yang hadiahnnya bisa dipergunakan untuk memerbaiki atau melengkapi fasilitas homestay. Untuk penyewaan homestay juga ada yang menjadwal sehingga tidak menimbulkan kecemburuan,” katanya.
Puluhan Desa Wisata di Sleman
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, hingga saat ini sudah ada 80 desa wisata di Kabupaten Sleman. Sebanyak 12 desa wisata berstatus mandiri; 27 desa berstatus maju, 18 desa wisata berkembang dan 33 desa wisata masih berstatus rintisan.
Menurut dia, upaya pendampingan dan memperkuat keberadaan desa wisata akan terus dilakukan. Ia tidak menampik untuk saat sekarang, pengelolaan desa wisata belum bisa dijadikan sebagai mata pencaharian utama, namun dengan pengembangan yang secara berkelanjutan maka hasilnya akan dirasakan oleh warga.
“Tentunya upaya pendampingan terus dilakukan, tapi yang menjadi kunci adalah antar pengelola desa wisata harus bisa saling bekerja sama,” katanya.
Ia mengungkapkan, keberadaan desa wisata memiliki keunggulan dan ciri khas masing-masing. Adanya sinergitas antar pengelola diharapkan dapat meningkatkan pamor dari desa wisata yang sudah ada. “Kami juga meminta terus melakukan inovasi agar kunjungan terus bisa ditingkatkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Serangan monyet ekor panjang di Tepus Gunungkidul makin masif, petani resah dan minta solusi untuk lindungi hasil panen.
DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus menularkan semangat literasi kepada masyarakat.
Prancis kalahkan Norwegia 4-1 di Piala Dunia 2026. Dembele cetak hattrick, Les Bleus lolos sebagai juara grup.
Jadwal SIM keliling Bantul Juni 2026 lengkap. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan tips agar tidak kehabisan kuota.
DPAD DIY menggelar bedah buku bertajuk Passion to Mission di Joglo Taman Sari, Patehan Kulon, Kemantren Kraton, Kota Jogja, Jumat (26/6).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi resmi membuka gelaran Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP Semarang, Jumat 26 Juni 2026.